EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN ULKUS DIABETIK DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA PERIODE JANUARI-DESEMBER 2012
PASKALIS HARRIS PRAMUDITO, Septimawanto Dwi Prasetyo, M.Si., Apt.
2014 | Skripsi | FARMASIUlkus diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus. Penyebab pasien ulkus diabetik dirawat inap salah satunya adalah infeksi. Pada pengobatan infeksi digunakan terapi antibiotika. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat menyebabkan kekebalan mikroba, efek obat yang tidak dikehendaki dan biaya yang ditanggung pasien menjadi membengkak. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta yang merupakan rumah sakit swasta terbesar di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari catatan rekam medik. Subyek penelitian ini adalah pasien dewasa berumur 18-64 tahun terdiagnosa diabetes melitus dengan komplikasi ulkus diabetik yang menjalani rawat inap minimal 3 hari. Analisis data dilakukan secara kuantitatif kemudian dievaluasi yang meliputi ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan pasien dan ketepatan dosis berdasarkan standar Guideline Diabetic Foot Ulcer dan buku standar Informatorium Obat Nasional Indonesia dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Jumlah total pasien yang terlibat dalam penelitian 52 pasien dengan jenis kelamin laki-laki 56% dan 44% perempuan, dengan pasien terbanyak pada kelompok usia 55-64 tahun (50%), penyakit penyerta terbanyak aterosklerosis dan gangguan renal masing-masing 4 kasus. Pola penggunaan antibiotika terbanyak adalah penggantian (62%), dengan antibiotika paling sering digunakan adalah metronidazol (56,90%). Dari evaluasi penggunaan antibiotika sebanyak 100% tepat indikasi, 72,50% tepat obat, 93,10% tepat pasien serta 87,72% tepat dosis.
-
Kata Kunci : evaluasi antibiotika, diabetes melitus, ulkus diabetik, rumah sakit Bethesda Yogyakarta