Laporkan Masalah

PENGARUH KONSELING FARMASIS DAN KONDISI SOSIODEMOGRAFI TERHADAP KEPATUHAN DAN HASIL TERAPI DI PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS

FAJRIN NOVIYANTO, Prof.Dr, Sugiyanto, SU., Apt.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Pemahaman, pengetahuan, dan kepatuhan pasien diharapakan akan meningkat seiring dengan pemberian informasi yang tepat dan bermanfaat oleh farmasis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konseling farmasis dan kondisi sosiodemografi terhadap kepatuhan dan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan dengan hasil terapi pasien hipertensi di Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan quasi eksperimental. Pengambilan data pasien secara Prospektif pada Periode Januari - Maret 2014. Pasien dikelompokkan secara random menjadi 2 kelompok subjek yang berbeda, yaitu kelompok pasien yang mendapat konseling (kelompok intervensi) dan pasien tanpa mendapat konseling (kelompok kontrol), diikuti kurang lebih satu bulan untuk mengamati tingkat kepatuhan dan hasil terapi pada pasien hipertensi di Puskesmas Purwokerto Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner kepatuhan MMAS sedangkan nilai tekanan darah diambil dari catatan medis. Hasil penelitian ini diperoleh 159 subjek penelitian terdiri dari 78 (49,06%) kelompok kontrol dan 81 (50,94%) kelompok intervensi. Uji Wilcoxon yang digunakan menunjukan perbedaan bermakna pada katagori MMAS akhir dengan MMAS awal dengan nilai signifikansi p<0,05 dan analisis menggunakan Chi-Square test yang menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kondisi sosiodemografi terhadap kepatuhan berdasarkan kuesioner MMAS akhir dengan nilai signifikansi p>0,05. Konseling dapat berpengaruh secara positif terhadap kepatuhan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol dan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Terdapat hubungan yang erat antara penurunan tekanan darah dengan skor MMAS pada pasien hipertensi. Kata kunci: hipertensi, konseling, MMAS, Puskesmas

Patient’s understanding, knowledge, and obedience are expected to increase as the pharmacist gives useful and appropriate information to the patient. This research was done to find out the influence of pharmacist’s counseling and sociodemagraphys condition toward obedience and to know the relationship between obedience and therapy result of the patient at local government clinic of South Purwokerto in Bayumas Regency. This study was conducted using quasy experimental design. Retriveral of patient data prospectively conducted during the periode of January – March 2014. Patients were grouped randomly into two groups of different subjects, the patients who got counseling from pharmacist / researcher (intervention group) and those who did not get counseling (control group), followed by approximately one month observation of the obedience level and therapy result (blood pressure decline) of hypertension patient at local government clinic of South Purwokerto in Bayumas Regency. Data collection technique was done by doing interviews, and filling MMAS obedience questionnaires while the blood pressure data was obtained from medical record. There were 159 subjects of the research consisted of 78 (49.06%) subjects in control group and 81 (50.94%) subjects in intervention group. Wilcoxon test showed that there was significance difference in the end of MMAS with initial MMAS categories with the value p<0.05. Based on analysis using Chi-Square test showed that there was no significance difference of socio demographic in the end of MMAS with the value p>0.05. Counseling may have positive influence to the obedience of intervention group compared to the control group while also decreasing blood pressure in systolic and diastolic. There was significance relationship between the decrease of blood pressure and MMAS score of hypertension patient. Keywords: Hypertension, Counseling, MMAS, local government clinic.

Kata Kunci : hipertensi, konseling, MMAS, Puskesmas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.