Laporkan Masalah

KONSUMSI ROKOK ORANG TUA SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6 – 24 BULAN DI KOTA YOGYAKARTA

Siska Puspita Sari, Prof. dr. M. Juffrie, SpAK, Ph.D

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latarbelakang: Stuntingatau pendek merupakan kegagalan pertumbuhan dengan defisit dalam panjang badan menurut umur < -2 z-skor berdasarkan rujukan baku pertumbuhan World Health Organization 2005. Stuntingdipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya konsumsi rokok orang tua. Besar cakupan konsumsi rokok orang tua Kota Yogyakarta cukup tinggi (52,1%) dan prevalensi balita stuntingmencapai 15,11%. Oleh karena itu perlu dipelajari konsumsi rokok orang tua sebagai faktor risiko kejadianstuntingpada anak usia 6-24 bulan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konsumsi rokok orang tua sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6 - 24 bulan di kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan case control studyyang melibatkan data primer dan sekunder. Analisa data secara univariat, bivariat menggunakan Chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat 58,68 % anak yang tinggal dengan orang tua perokok. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara orang tua yang merokok dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Yogyakarta (OR=1,15; p=0,601). Analisis multivariat dengan mengontrol variabel berat badan lahir, tinggi badan ibu dan penyakit infeksi menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi rokok orang tua dengan kejadian stuntingpada anak usia 6-24 bulan diKota Yogyakarta (OR=1,15; p=0,62). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kehidupan sebelum kelahiran (prenatal) lebih dominan dibandingkan kehidupan setelah kelahiran (postnatal)seperti konsumsi rokok orang tua pada anak usia 6-24 bulan di Kota Yogyakarta. Kesimpulan: Tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi rokok orang tua (postnatal)dengan kejadian stuntingpada anak usia 6-24 bulan di Kota Yogyakarta karena lebih dominan faktor prenatal yaitu BBLR, tinggi badan ibu, dan penyakit infeksi.

Background:Stunting or short is a growth failure with deficits in length for age <-2 z-scores based on standard reference growth of World Health Organization 2005. Stunting is influenced by many factors, including parental smoking. In Yogyakarta coverage of parental smoking are high (52.1%) and the prevalence of stunting toddler reaches 15.11%. Therefore need to be studied parental smoking a risk factors of stunting inchildren aged 6-24 months. Objective: Analyze parental smoking as a risk factor for the incidence of stunting in children aged 6-24 months in the Yogyakarta City. Methods: This study is an observational study with case control study design. The subjects were all children aged 6-24 months were recorded in the register a toddler posyandu in 3 subdistricts (Umbulharjo, Tegalrejo and Kotagede) and his parents live, the study site ofinclusion and exclusion criteria. Number of samples 121 cases and 121 controls. Univariate data analysis, bivariate using Chi-square, and multivariate using multiple logistic regression. Result: This research shows as much as 58,68 % of the childrenwere parents who smoking. Bivariate analysis showed there was no statistically significant association between parental smoking withthe incidence of stunting in children aged 6-24 months in the Yogyakarta City p=0,601; OR=1,15 but that it could be said children who have parental smoking 1.15 times the risk of experiencing stunting than children who have not parental smoking. Multivariate analysis with control variables birth weight, maternal height and infectious diseases showed a relationship with the incidence of stunting in children aged 6-24 months in Yogyakarta City became non-significant (p=0.62; OR=1.15) so it can be said that children who have parental smoking 1.15 times the risk of experiencing stunting than children who have not parental smoking. This research showed prenatal life more dominant (maternal height, birth weight) compared postnatal like parental smoking in children aged 6-24 months in Yogyakarta City. Conclusion: There was no significant relationship between the incidence of parental smoking (postnatal) with stunting in children aged 6-24 months in Yogyakarta City because dominant other factor are prenatal.

Kata Kunci : Konsumsi rokok orang tua, stunting, anak 6-24 bulan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.