FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN PENGADAAN KEBUTUHAN FASILITAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SELEBESOLU KOTA SORONG
Samuel Kareth, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si.
2014 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPeningkatan mutu pelayanan kesehatan oleh rumah sakit pemerintah tidak terlepas dari fasilitas kesehatan yang memadai. Fasilitas kesehatan yang memadai melewati suatu mekanisme perencanaan yang matang dan akurat untuk mengidentifikasi suatu kebutuhan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang prima. Demikian juga di Rumah Sakit Umum Daerah Selebesolu Kota Sorong, di mana pengadaan kebutuhan fasilitas kesehatan rumah sakit melewati suatu mekanisme perencanaan yang dilakukan baik secara internal maupun secara eksternal agar mendapatkan suatu perencanaan yang matang khususnya untuk pengadaan kebutuhan fasilitas kesehatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perencanaan pengadaan kebutuhan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Selebesolu Kota Sorong. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui fakto-faktor yang mempengaruhi perencanaan fasilitas kesehatan digunakan analisis SWOT sebagai salah satu metoda untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep organisasi yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu strengths, Weakness, Opportunities danthreast. Berdasarkan hasil SWOT dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Pengadaan Kebutuhan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Selebesolu sangat dipengaruhi oleh jumlah pasien, jumlah tenaga medis dan jumlah tenaga non medis, di mana jumlah pasien jumlah tenaga medis dan non medis mengalami peningkatan setiap tahunnya namun tidak diimbangin dengan fasilitas kesehatan yang memadai. RSUD Selenbesolu memiliki kelemahan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) perencanaan, lemahnya leadhersip, ketersedian dana yang belum memadai, ketersediaan dokter spesialis yang belum memadai, namun memiliki peluang, yaitu Tersedianya pasar tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis yang cukup, peningkatan tipe rumah sakit dari tipe C ke tipe B sebagai peluang, dengan ancaman yang dihadapi yaitu pengaruh budaya dan adat istiadat masyarakat setempat terhadap pelayanan kesehatan.
Increasing health service quality by state hospital is not separated from sufficient health facility. Sufficient health facility passes a good and accurate planning mechanism to identify need relating to prime health service. In Selebesolu local hospital in Sorong procurement of health facility pass a planning mechanism conducted internally and externally to obtain good planning particularly for fulfilling health facility need. This research was intended to analyze factors influencing planning of health facility procurement in Selebesolu local hospital in Sorong town. Analytical tool used in this research is SWOT analysis as a method that describes condition and evaluates a problem, project or concept based on internal and external factor including strength, weakness, opportunities and threat. Result of SWOT analysis indicated that planning of health facility need procurement in Selebesolu local hospital is influenced by amount of patient, amount of medical and non medical staff. Amount of patient and medical and non medical personnel increase every year, but it is not followed with sufficient health facility. Selebesolu hospital has weakness in human resource for planning, weak leadership, insufficient fund, less specialist. However, the hospital has opportunities of health personnel market particularly for specialist, increasing hospital type from C to B. Threat the hospital face is influence of culture and local custom on health service.
Kata Kunci : Perencanaan fasilitas kesehatan, jumlahPasien, Jumlah tenaga medis, jumlah tenaga non medis.