Laporkan Masalah

PEMBANGUNAN INDUSTRI PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN PASIR BESI SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN EKONOMI WILAYAH ( Studi di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta)

NDARU SUKMONOAJI, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc.

2014 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kulonprogo Propinsi DIY, dengan latar belakang adanya wacana pembangunan industri penambangan dan pengolahan pasir besi di Desa Karangwuni Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang industri penambangan dan pengolahan pasir besi di wilayah Kabupaten Kulonprogo, kendala yang dihadapi, serta implikasi industri penambangan pasir besi dalam peningkatan ketahanan ekonomi di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah tentang industri penambangan dan pengolahan pasir besi dalam peningkatan ketahanan ekonomi di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Penetapan informan dengan mempertimbangkan bahwa orang tersebut mengetahui dengan baik dan cukup dalam tentang sesuatu yang diteliti. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah perangkat desa, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, anggota masyarakat. Data yang dikumpulkan berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, dokumen resmi perusahaan dan dokumen pemerintah daerah. Teknik analisa data dalam penelitian ini menunjuk pada kegiatan mengorganisasikan data ke dalam susunan-susunan tertentu dalam rangka penginterpretasian data, ditabulasi, diolah dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Industri penambangan dan pengolahan pasir besi di wilayah Kabupaten Kulonprogo merupakan proyek penambangan dengan investasi dana yang besar, yaitu Rp 5,4 sampai dengan 6 triliun, dengan luas wiayah Kontrak Karya 2.987,79 hektare, dengan kebutuhan tenaga kerja sejumlah 2.100 orang. Terdapat beberapa kendala yang menghambat proses pembangunan industri penambangan dan pengolahan pasir besi, yaitu : terdapat tenaga kerja kurang professional, hubungan kerja dengan masyarakat kurang harmonis, masyarakat yang tidak setuju dengan adanya penambangan pasir besi, sumber daya manusia Kabupaten Kulonprogo, kepentingan politik sebagian orang, penghasilan menjadi petani dapat lebih besar daripada menjadi pekerja pabrik, dukungan pemerintah melalui undang-undang dan peraturan. Industri penambangan dan pengolahan pasir besi berimplikasi terhadap ketahanan ekonomi di wilayah Kabupaten Kulonprogo dengan cara menyerap tenaga kerja, memberi peluang usaha dan ganti untung terhadap tanah, hasil produksi pertanian dan infrastruktur di atasnya. Pemerintah daerah mendapatkan keuntungan melalui pajak, restribusi, royalti, dana pengembangan wilayah, dana pengembangan masyarakat sehingga pendapatan asli daerah meningkat. Peningkatan pendapatan daerah akan memperbaiki kondisi wilayah, yang akan meningkatkan sektor pertanian, perindustrian, modal, manajemen, daya saing, sarana dan prasarana, perdagangan, moneter dan devisa, sehingga ketahanan ekonomi di wilayah Kabupaten Kulonprogo akan meningkat. Kata kunci: industri penambangan, pengolahan pasir besi, ketahanan ekonomi wilayah.

This research was conducted in the Regency of Kulon Progo, Yogyakarta with a background discourse of the building of iron sand processing industry in Karangwuni, Wates, one of the districts in the regency . This study aims to know about the iron sand mining industry in Kulonprogo, the obstacles in the business and the role of the industry to increase economic resilience in Kulon Progo. ABSTRACT This research is a descriptive qualitative research which describes a number of variables related to the influence of iron sand mining industry to increase economic resilience in Kulon Progo. The data is collected by interviewing some informants. The informants are those who know very well and quite deeply about the object of observation. Research subjects in this study are the village as well as government officials , community leaders , and the people around the area.The data is collected from interview text, field note, photos, private documents, company’s official documents and local government’s documents. Analysis technique of the data in this research is organizing data in certain classification to be interpreted, tabulated, analyzed, concluded. The result of the research shows that the iron-sand mining industry in Kulon Progo has investment of 5.4 to 6 trillion rupiah with working contract area about 2,987.79 hectare which needs around 2,100 labours. The analysis shows several factors which obstruct the process of developing iron sand mining industry. Those are amateur workers, relationship with the society around the site, disapproving people, human resource in Kulonprogo, political interest of some people, less wages for workers compared to working in rice field, less encouragement from government authority with its laws. Keywords : mining industry, iron sand processing, district’s economic resilience The iron-sand mining and processing industry influences the local’s economic resilience in Kulon Progo Regency. It provides job vacancy for many workers/labours, provides business opportunity, reimburses land, its agricultural product, and its infrastructure. Local government gets income from tax, retribution, royalty, area development fund, society development fund to raise local government revenue. The raise of local income will improve the area’s condition which improve agriculture sector, industry sector, local capital, management, competitiveness, structure and infrastructure, commerce, foreign exchange and monetary to increase economic resilience in Kulon Progo Regency.

Kata Kunci : industri penambangan, pengolahan pasir besi, ketahanan ekonomi wilayah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.