Identifikasi dan Deteksi Aspergillus sp. Pembawa Gen Patulin pada Gaplek (Dried Cassava) dari Gudang Penyimpanan Gunung Kidul – Yogyakarta
Sari Suhendriani, Prof. Dr. Ir. Endang S. Rahayu MS
2014 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganPatulin merupakan metabolit sekunder seperti mikotoksin penting lainnya yaitu aflatoksin, fumonisin dan okratoksin. Mikotoksin ini dapat ditemukan pada apel dan produk apel, tepung terigu, sereal, kacang-kacangan dan roti. Paparan mikotoksin ini berdampak pada imunologi, kanker, neurologi dan hasil pencernaan. Patulin diproduksi oleh beberapa jamur, terutama Aspergillus, Penecillium dan Byssochlamys. Aspergillus merupakan jamur yang dominan mengkontaminasi komoditas pangan seperti gaplek di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi Aspergillus dari gaplek yang berpotensi membawa gen patulin. Identifikasi jamur dilakukan berdasarkan karakter makroskopik dan mikroskopik. Kemudian dikonfirmasi berdasarkan karakter molekuler menggunakan protokol PCR. Deteksi jamur yang membawa gen patulin dilakukan dengan menggunakan gen isoepoxydone dehydrogenase (idh) dari jalur metabolisme patulin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 3 dari 8 isolat Aspergillus yang mewakili terdeteksi membawa gen idh. Isolat tersebut diidentifikasi sebagai KP.A2.4a (Aspergillus wentii), KP.A1.5 (Aspergillus tamarii) and ST.B2.1a (Aspergillus tamarii). Sedangkan 5 isolat lainnya tidak terdeteksi membawa gen idh.
Patulin is a sekunder metabolite, like several other major mycotoxins, such as, aflatoxins, fumonisins and ochratoxins. This mycotoxin may found in apples and apple-derived products, wheat flour, cereals, legumes, and bread. Exposure to this mycotoxin is associated with immunological, cancer, neurological and gastrointestinal outcomes. Patulin is produced by several species of mold, especially Aspergillus, Penicillium and Byssochlamys. Aspergillus is the dominant mold contaminate food commodities such as dried cassava in Indonesia. Aim of this research is to detect Aspergillus of dried cassava which potential gene carrier of patulin. Identification of mold was carried out based macroscopic and microscopic characters followed by confirmation based on molecular character using PCR protocols. To detect the patulin producer, isoepoxydon dehydrogenase (idh) gene of the patulin metabolic pathway was used. Result of this study showed that, 3 among 8 isolates representing Aspergillus spp were detected carrying the idh gene, indicated their potential in producing patulin. These isolate were identified as KP.A2.4a (Aspergillus wentii), KP.A1.5 (Aspergillus tamarii) and ST.B2.1a (Aspergillus tamarii). Whereas 5 isolates were not detected carrying idh genes.
Kata Kunci : Gaplek, Aspergillus, Patulin, dan Isoepoxydone dehydrogenase (idh) xii