Laporkan Masalah

MUSEUM LAUT NUSANTARA Dengan Konsep Warna-warni Laut Indonesia Di Kabupaten Tabanan, Bali Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan

DWIKY DESIADHI WICAKSONO, Labdo Pranowo, ST.

2014 | Skripsi | ARSITEKTUR

Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya laut yang sangat melimpah, terbentang dalam gugusan kepulauan yang terdiri tidak kurang dari 13.000 pulau , dan ribuan kilometer garis pantai. Indonesia pernah dikenal sebagai negara maritim karena budaya kelautan yang sangat maju di zaman dahulu, seperti suku Bugis, atau armada laut Sriwijaya yang perkasa. Namun, seiring berjalannya waktu, dengan kekayaan yang melimpah tersebut, identitas maritim seperti terlupakan. Selain kebudayaan maritim , Indonesia juga memiliki kekayaan laut yang termasuk paling besar di dunia. Karakter topografi laut Indonesia yang sangat beragam karena terletak di batasan garis lempeng tektonik menjadikannya unik dibandingkan negara-negara lain. Keanekaragaman topografi ini juga berdampak pada melimpahnya keanekaragaman hayati di Indonesia menjadikan Laut Indonesia sebagai mega-ecosystem bagi biota laut. Untuk mengangkat kedua nilai tersebut ke mata masyarakat dan dunia, maka sebuah media diperlukan untuk menyampaikan informasi dan wawasan kepada masyarakat , mengenai kekayaan ragam laut Indonesia. Salah satunya adalah dengan Museum yang dapat menyajikan kebudayaan maritim hingga biota laut ke dalam objek pamernya, serta dapat mencitrakan ragam –ragam laut ke dalam tata ruang dan setiap elemen desainnya, sehingga selain melihat secara visual, pengunjung juga dapat merasakan keragaman laut Indonesia dengan seluruh inderanya. Warna-warni adalah sebuah konsep yang terinspirasi dari komposisi keragaman – keragaman laut tersebut , yang diterapkan ke dalam aspek-aspek perancangan bangunan secara visual, tata ruang, dan teknik penyajian museum.

Indonesia is a very rich country with abundant marine resources lie within its territory, forming archipelago comprising not less than 13,000 islands and thousand kilometers coastline. Indonesia was once known as a maritime country due to the highly advanced marine cultures in ancient times, such as the Bugis, or the powerful Srivijaya naval. But unfortunately, the maritime identity was increasingly forgotten over time. Maritime Culture is just one of Nusantara’s maritime treasures. Indonesian marine topography that located in the boundary line of three different tectonic plates, causing the diversity of underwater ecosystems , makes it unique compared to other countries. This topographic diversity also affects the abundance of biodiversity in Indonesian Sea, forming a megaecosystem for marine life. To lift these values into the eyes of society and the world, it is a necessary to create a medium to deliver information and insight to the public, about the abundance of Nusantara’s Marine reosurces. One of the medium that can be used in this case is museum. Museums are capable to present the maritime culture and marine life through various ways, and can portray a widevariety of marine aspects into the layout and design of each building element ,visually or not. so in addition to observing the objects visually, visitors also can experience the diversity of Nusantara’s Marine wealth with all senses . The diversity of the marine life, culture, and topography inspired the design concept of the museum. “Colorful” is the concept named after the unique colorful composition of three different zone of sea’s depth : the surface, the middle, and the deep. This concept is applied to the design aspects of the museum : visual (exterior and interior), spatial, and technical presentation of the display objects.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.