STUDI KOMPARASI PERKEMBANGAN INDUSTRI BESAR DAN SEDANG (IBS) ANTARA KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN CILACAP TAHUN 2001-2010
Heriani Sembiring, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D
2014 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahIndustri Besar Sedang (IBS) mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi Jawa Tengah. Pertumbuhan sektor industri akan mampu memberikan lapangan kerja, menyediakan kebutuhan barang dan jasa serta memberikan kontribusi dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kegiatan ekonomi Kota Semarang dan Kabupaten Cilacap memberikan sumbangan sekitar 21,50% terhadap pembentukan PDRB Jawa Tengah sementara luas kedua wilayah tersebut hanya 8,07%. Nilai tambah yang dihasilkan dari sektor industri di kedua wilayah tersebut mencapai 20,33%. Kedua wilayah ini juga mempunyai fasilitas sarana penunjang industri yang sangat lengkap seperti bandar udara dan pelabuhan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui adanya perbedaan tingkat perkembangan IBS di Kota Semarang dan Kabupaten Cilacap, dan (b) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat perkembangan tersebut. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 4 faktor, yaitu faktor fisik (bahan baku, jaringan jalan, bandar udara, pelabuhan dan energi listrik); faktor SDM (jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan tingkat pendidikan); faktor sosial (kebijakan pemerintah); dan faktor ekonomi (investasi, upah dan kondisi perekonomian). Penelitian ini menggunakan metode deduktif kualitatif dan kuantatif. Secara statistik, analisis data dilakukan dengan menggunkan uji t. Metode tersebut didukung pula penggunaan metode analisis deskritif dan tipologi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan IBS di Kota Semarang lebih cepat dibandingkan perkembangan IBS di Kabupaten Cilacap. Faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan IBS Kota Semarang yaitu jaringan jalan, bandara, pelabuhan, energi listrik, tingkat pendidikan upah, investasi dan kondisi perekonomian. Faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan IBS Kabupaten Cilacap yaitu jaringan jalan, pelabuhan, energi listrik, kebijakan pemerintah, investasi dan kondisi perekonomian. Pada kasus ini, kebijakan pemerintah tidak terlalu berpengaruh terhadap perkembangan IBS. Secara teoritik variabel kebijakan pemerintah sangat diperlukan, namun pada kasus ini kurangnya pengaruh variabel kebijakan pemerintah dapat digantikan oleh pengaruh dari variabel yang lain, seperti infrastruktur, tingkat pendidikan, investasi dan kondisi perekonomian.
Large and Medium Industries (LMI) has a very important role in the economic development of Central Java. Growth in the industrial sector will be able to provide jobs, provide for goods and services and contribute to the formation of Gross Domestic Product (GDP). Economic activity Semarang and Cilacap Districts contributed approximately 21.50% to the GDP formation of Central Java while spacious two regions are only 8.07%. The added value resulting from the industrial sector in both regions reached 20.33%. Both of these regions also have a means of supporting industrial facilities are very complete as airports and ports. This study aims to: (a) determine the different levels of development LMI in Semarang and Cilacap, and (b) identify the factors influencing the different levels of development. The variables used in this study include four factors, namely physical factors (raw materials, roads, airports, ports and electricity); Human resources factors (includes: total population, population density and level of education); social factor (including: government policy); and economic factors (including: investment, wages and economic conditions). This study employed qualitative and quantitative deductive methods. Statistically, the data analysis was performed using t-test. The methods also supported by descriptive analysis methods and Klassen’s Typology. The results of the study indicate that the development of LMI in Semarang faster than Cilacap. The most influential factors on the development of LMI in Semarang are the road network, airports, ports, electricity, education level wages, investment and economic conditions. The most influential factors on the development of LMI in Cilacap are the road network, ports, electricity, government policy, investment and economic conditions. In this case, government policy had little influence on the development of LMI. Theoretically the government policy variables is necessary, but in this case the lack of influence of government policy variables can be replaced by the influence of other variables, such as infrastructure, education, investment and economic conditions.
Kata Kunci : Industri Besar Sedang (IBS), Kota Semarang, Kabupaten Cilacap