Laporkan Masalah

RASIONALITAS LANJUT USIA MEMILIH TINGGAL DI PANTI SOSIAL (Studi Tentang Lanjut Usia Di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Unit Budi Luhur Kasongan Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta)

Anisa Pusparani, Dr. M. Supraja

2014 | Tesis | S2 Sosiologi

Perubahan sosial dari masyarakat tradisional menjadi modern yang ditandai dengan pergeseran bentuk keluarga luas menjadi keluarga inti berdampak pula pada pola interaksi, fungsi dan peran anggota keluarga dalam pelayanan hari tua lansia. Saat ini, pemenuhan kebutuhan pelayanan bagi lansia melalui tempat penitipan berupa panti sosial telah menjadi opsi bagi lansia yang identik dengan berkurangnya fungsi fisik dalam pemenuhan aktivitas secara mandiri. Pergeseran fungsi pemenuhan kebutuhan pelayanan bagi lansia menjadi indikasi pergeseran pola pikir sebagai penentu rasionalitas individu. Pada penelitian ini, rasionalitas yang dimaksud adalah keinginan yang mendasari lansia memilih tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan sosial terhadap rasionalitas lansia, mengetahui alasan yang mendasari lansia memilih tinggal di panti sosial serta bagaimana adapatasi lansia di dalam panti sosial. Adapun konsep yang digunakan dalam mengidentifikasi rasionalitas ini menggunakan konsep tindakan rasional menurut Weber. Bentuk rasionalitas tersebut disesuaikan dengan pilihan dan pertimbangan lansia dalam memilih tinggal di panti sosial, yang kemudian pilihan-pilihan tersebut dikategorisasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk dapat memahami tindakan rasional yang dilakukan oleh individu berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan yang berkaitan dengan latar belakang sosial, pendidikan, serta kehidupan masa lalu. Teknik pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui wawancara observasi, dokumentasi dan kepustakaan. Adapun informan penelitian ini adalah lansia penghuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) unit Budi Luhur Kasongan Bangun Jiwo Bantul Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas lansia yang memilih tinggal di panti memiliki alasan yang berkaitan dengan rasionalitas berorientasi nilai yang meliputi keinginan hidup tenang dan memperbanyak ibadah, keinginan untuk memperoleh kebebasan dan tidak bergantung pada anak dan keluarga, keinginan untuk terhindar dari kesepian, serta mengobati trauma masa lalu. Sedangkan lansia lainnya memiliki alasan memilih tinggal di panti sosial berdasarkan rasionalitas instrumental yang berorientasi pada tujuan untuk memperoleh pelayanan hari tua yang maksimal melalui panti sosial. Dari kedua rasionalitas yang melatarbelakangi lansia memilih tinggal di panti memiliki keterkaitan dengan adaptasi lansia itu sendiri di dalam panti. Lansia dengan alasan rasionalitas berorientasi nilai lebih mudah beradaptasi dan berinteraksi di panti dengan menjalin hubungan dengan sesama anggota panti dan ikut serta dalam setiap kegiatan. Hal ini berbeda dengan lansia yang tinggal di panti dengan rasionalitas instrumental. Mereka cenderung memiliki interaksi yang tertutup dan enggan untuk ikut serta dalam setiap kegiatan yang ada di panti.

Social change from traditional to modern societies are characterized by a shift in the form of extended families into nuclear families to impact the pattern of interactions, the function and role of family members in the care of elderly parents. Currently, fulfillment services for the elderly through social institutions such as day care options for the elderly has become synonymous with reduced physical function in compliance activities independently. The shift function fulfillment services for the elderly be indicative of a shift in mindset as a determinant of individual rationality. In this study, the rationality in question is the underlying desire of the elderly to live in Elderly Social Institution. This study aims to determine the impact of these changes on the rationality of the elderly, find out the underlying reason for the elderly to live in social institutions as well as how the elderly adaptation in social institutions. The concept of rationality used in identifying the use of the concept of rational action according to Weber. Shape the rationality customized with options and considerations in selecting elderly living in social institutions, which are then categorized these choices. This research uses descriptive qualitative method to be able to understand the rational actions undertaken by individuals based on information obtained from informants related to social background, education, and past lives. Techniques of field data collection through interviews observation, documentation and literature. The informants of this study were elderly occupants Social Institution (PSTW) unit Budi Luhur Kasongan Bangun Jiwo Bantul, Yogyakarta . The results of this study indicate that the majority of seniors who choose to live at home have reasons related to the value oriented rationality that includes the desire to live quietly and multiply worship, the desire for freedom and does not depend on the child and family, the desire to avoid loneliness, as well as treating trauma past. While other seniors have a reason to live in social institutions instrumental rationality based on goal -oriented to obtain maximum service retirement through social institutions. Of both rationality underlying the elderly to stay at home is related to the adaptation of the elderly themselves at home. Elderly with a value -oriented rationality reason more adaptable and interact at home with a relationship with fellow members homes and participate in every activity. This is in contrast to the elderly who live in homes with instrumental rationality. They tend to have a closed interaction and reluctant to participate in any activities at home.

Kata Kunci : Lansia, panti sosial, perubahan sosial, tindakan rasional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.