Laporkan Masalah

PROFIL AKTIVITAS 137 Cs DI PESISIR YOGYAKARTA

ANDRIANUS SEPTIAN KUSWINANTO, Prof. Dr. Karna Wijaya, M. Eng.

2014 | Skripsi | KIMIA

Sumber utama masuknya zat radioaktif ke dalam lingkungan laut berasal dari global fall out dan kecelakaan nuklir. Radionuklida 137Cs merupakan salah satu radionuklida berumur panjang, yang masuk ke dalam lingkungan laut. Radionuklida ini terdistribusi ke dalam laut dan mengalami beberapa proses alami kompleks yang dipengaruhi oleh kuantitas partikel, sirkulasi laut, dan tersuspensi dalam sedimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas 137Cs dalam air dan lapisan sedimen berdasarkan kedalamannya untuk mengetahui penyebarannya di pesisir Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan data dasar aktivitas 137Cs dalam air laut dan sedimen berturut-turut adalah 0,0615-0,4908 mBq/L dan 0,219-1,312 Bq/kg yang dibandingkan dengan data penelitian di sedimen Bangka masih merupakan aktivitas yang berasal dari global fall out. Data penghubungan aktivitas 137Cs dan zat organik pada sedimen menunjukan terjadi akumulasi pada kedalaman 20 cm, yang kemudian berkurang aktivitasnya setelah kedalaman 20 cm akibat dari bertambahnya zat organik. Dari hasil pemelitian ini dapat disimpulkan bahwa pesisir Yogyakrta belum tercemar 137Cs yang berasal dari kecelakaan reaktor nuklir Fukushima, Jepang.

The source of radioactivity in the marine environment, mainly come from global fall out and nuclear power plant accidental releases. Among the major long-lived radionuclides, 137Cs is one of the most important. This radionuclides was transported to the marine area undergo several complex natural processes that depending on, particles quantity, marine circulation and suspended on sediment. The main purpose of this experiment are to determine activity of 137Cs in sea water and sediment. The other purpose is to know 137Cs distribution in Yogyakarta coastal area. The result found that activity of 137Cs in water is 0.0615-0.4908 mBq/L and in sea sediment is 0.219-1.312 Bq/kg. These activities are comparable with activity in sediment of Bangka that the source is from global fall out. Data of 137Cs activity againts organic matter give informations that at depth from surface to 20 cm are an acumulation of 137Cs and after 20 cm activity of 137Cs is decreasing because of organic matter is increasing. This experiment data show that Yogyakarta coastal area was not yet contaminated by nuclear reactor accident in Fukushima, Japan.

Kata Kunci : 137Cs, global fall out, zat organik, sedimen laut


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.