KINERJA PELAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA (Studi pada Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah di Tarakan Kalimantan Utara )
WILIS DIAN SHINTA,SE, Prof. Dr. Partini, SU.
2014 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaPada era otonomi daerah, fungsi pelayanan perpustakaan menjadi fokus perhatian dalam meningkatkan kinerja instansi perpustakaan umum daerah. Namun kinerja pelayanan selama ini merupakan kinerja yang belum berorientasi kepada kepuasan pemustaka dengan seringnya kita mendengar keluhan tentang layanan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kinerja pelayanan perpustakaan umum daerah Tarakan diukur dari kepuasan pemustaka dan faktor-faktor apasaja yang lebih memberikan kepuasan pemustaka terhadap kinerja pelayanan perpustakaan umum daerah Tarakan dengan menggunakan metode LibQual+™. Dimensi LibQual+™ yang digunakan mencakup (1) koleksi perpustakaan (information control), (2) kinerja petugas layanan perpustakaan (affect of service), (3) kemudahan dalam pencarian informasi (personal control), (4) fasilitas perpustakaan (library as place) dan (5) peraturan dan tata tertib perpustakaan (rules library). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode concurrent embedded (campuran tidak berimbang) dengan cara mencampur kuantitatif dan kualitatif secara bersama-sama, dalam waktu yang sama, tetapi independen dalam menjawab rumusan masalah yang sejenis. Informan berjumlah 13 orang dengan teknik purposive dan jumlah sampel responden sebanyak 94 orang dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan perpustakaan umum daerah Tarakan “biasa-biasa saja†dengan hasil analisis IKP (indeks kepuasan pemustaka) hanya 64,34% yang menyatakan puas. Analisis IPA (Importance Performance Analysis) kinerja Kaperpus-KD belum memberikan kepuasan pada dimensi LibQual+™ adalah koleksi perpustakaan (Information Control) dimana dimensi IC berada pada kuadran III. Hasil wawacara menunjukkan bahwa koleksi buku dan informasi yang up to date masih dirasakan kurang bagi pemustaka. Dengan demikian kinerja pelayanan perpustakaan umum daerah hanya pada katagori cukup dalam memberikan kepuasan.
In the era of regional autonomy, library services have become the focus of attention in improving local public library performance. However, the service performance has not met with user satisfaction as we often hear complaints about poor services. This study aims to determine the extent of public library service performance in Tarakan using LibQual+™ from user perceptions and expectations and factors that affect public satisfaction using LibQual+™ dimensions that includes (1) a collection of libraries (information control), (2) the performance of library services officer (affect of service), (3) ease of finding information (personal control), (4) library facilities (library as place) and (5) library rules and regulations (rules library). The method used in this research is concurrent embedded method (unbalanced mix) by means of quantitative and qualitative mixing at the same time, but independent in answering similar problem formulation. Informant amounted to 13 people by using purposive technique and 94 sample of respondents by using proportionate stratified random sampling technique. The results shows that the performance of public library service area Tarakan “mediocre†by using the concept of IKP analysis (public satisfaction index) is only 64,34% area satisfied. Analysis IPA (Importance Performance Analysis) performance Kaperpus-KD has not given satisfaction on dimensions LibQual+TM is a collection of libraries (Information Control) where the dimensions of the IC is in quadrant III. Results show that the collection of books and up to date information is still lacking for users. Thereby it indicates that the performance of local public library service is just fair to give satisfaction category.
Kata Kunci : Kinerja, LibQual+â„¢, Persepsi, Harapan, Kepuasan Pemustaka, IKP, IPA