PERANAN DEWAN KEHORMATAN DAERAH TERHADAP PENEGAKAN KODE ETIK NOTARIS DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
SEQLY INTAN MAYANG SAKTI, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H.,M.H.
2014 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberian sanksi oleh Dewan Kehormatan kepada notaris yang melakukan pelanggaran kode etik di Kabupaten Tulungagung, dan untuk mengetahui upaya dari Dewan Kehormatan Daerah di Kabupaten Tulungagung untuk mengatasi kendala atau hambatan dalam menjalankan peranannya tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Yuridis Empiris. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden dan dilengkapi dengan data sekunder. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan cara menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelanggaran kode etik notaris di Kabupaten Tulungagung masih banyak terjadi namun untuk pemberian sanksi yang hanya berupa teguran dan pembinaan dirasa kurang efektif sehingga tidak memberikan efek jera bagi notaris yang bersangkutan dan tidak memberikan pelajaran bagi notarisnotaris yang lain. Selain itu dengan belum dibentuknya Dewan Kehormatan Daerah di Kabupaten Tulungagung mengakibatkan kurang maksimalnya pengawasan terhadap pelanggaran kode etik. Banyak kendala yang dihadapi oleh Dewan Kehormatan Daerah diantaranya adalah notaris-notaris kurang kooperatif dan menganggap semua pelanggaran kode etik tersebut dianggap wajar dan sudah menjadi kebiasaan turun temurun, selama ini belum ada kasus yang mencuat keluar karena semua langsung diselesaikan secara intern. Upaya yang dilakukan Dewan Kehormatan Notaris dalam mengatasi kendala-kendala guna menegakan kode etik diantara lain adalah sebagai berikut: (a) Memberikan penyuluhan secara rutin kepada para notaris tentang pelanggaran-pelanggaran kode etik yang sering terjadi; (b) Melakukan pembahasan rutin atau pertemuan secara berkala dengan bekerjasama bersama Ikatan Notaris Indonesia daerah mengenai hal-hal kecil yang masuk ke dalam tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh notaris tertentu; (c) Melakukan pembinaan kepada para notarisnotaris terutama notaris baru agar kedepan menjadi lebih baik kinerjanya.
This study aims to determine the sanction by the WCA Board of Trustees to the notary who violates the code of ethics in Tulungagung, and to know the efforts of the Honorary Board of Trustees of Regional in Tulungagung to overcome obstacles or barriers in carrying out its role The. This type of research used in this study was Juridical Empirical Research. The research was conducted through direct interviews with respondents and equipped with secondary data. The sampling technique used was nonprobability sampling technique with sampling purposive sampling. Data analysis was done by using a qualitative approach. The results of the data analysis are presented descriptively. These results indicate that the code violations Tulungagung still plenty going on, but to penalize the only form of warning and guidance is less effective so it does not provide a deterrent effect for the notary and the notary does not provide lessons for other-notary. In addition to the establishment of the Honorary Board of the Regional yet Tulungagung resulted in maximal supervision for violation of code of conduct. Many of the constraints faced by the Regional Supervisory Council include notary notary-less cooperative and assume all code violations are considered reasonable and has become a habit for generations, as long as there has been no case of sticking out because of all the direct resolved internally. Efforts made Honorary Board and Supervisory Council Notary in overcoming obstacles in order to uphold a code of ethics among others, are as follows: (a) Provide regular counseling to the notary on the code of conduct violations that often occur; (b) Conduct regular discussions or periodic meetings with the Indonesian Notaries Association in cooperation with the local small things that go into violations committed by a particular notary; (c) guidance to the notaries-public notary notary particularly new to the fore for the better performance.
Kata Kunci : Kode Etik, Sanksi, , Dewan Kehormatan, Notaris