Laporkan Masalah

HUBUNGAN DURASI TIDUR, ASUPAN ENERGI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS DI KABUPATEN PIDIE JAYA PROVINSI ACEH

Ramadhaniah, Prof. dr. Madarina Julia, MPH., Ph.D., Sp.A (K)

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Prevalensi obesitas pada dewasa meningkat secara global baik di negara maju maupun di negara berkembang termasuk Indonesia. Obesitas terjadi karena ketidak seimbangan asupan energi dan keluaran energi dalam jangka waktu yang lama dan dapat dilihat dengan perhitungan nilai Indeks Massa tubuh (IMT). Obesitas dapat memicu berbagai macam penyakit tidak menular (Non Communicable Diseases). Faktor penyebabnya aadalah pengurangan durasi tidur yang menyebabkan peningkatan asupan energi dan pengurangan aktifitas fisik, disamping faktor-faktor lain seperti faktor jenis kelamin, pendapatan, kehamilan, merokok dan alkohol, kondisi kesehatan, genetik, dan psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara durasi tidur, asupan energi dan aktifitas fisik dengan kejadian obesitas pada petugas kesehatan puskesmas di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap petugas kesehatan di 11 puskesmas yang ada di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Subyek penelitian berjumlah 200 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Obesitas dinilai berdasarkan indeks massa tubuh (berat badan (kg)/ tinggi badan2 (m)). Durasi tidur dan aktifitas fisik dikumpulkan dengan form activity recall, dan asupan energi dikumpulkan dengan food recall. Data dianalisis dengan uji chi square dan uji regresi logistik multiple. Hasil : Ada hubungan antara durasi tidur dengan obesitas dengan nilai OR 2,59, ada hubungan antara asupan energi dengan obesitas dengan nilai OR 2,55 dan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas dengan nilai OR sebesar 2,47. Kesimpulan: Durasi tidur yang kurang, asupan energi yang tinggi dan aktifitas fisik yang rendah akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada petugas kesehatan puskesmas Kabupaten Pidie jaya Provinsi Aceh.

Background: The prevalence of obesity among adults has increased globally in both developed and developing countries, including Indonesia. Obesity occurs because of imbalance of energy intake and output in the long term and it can also be seen by calculating the value of the body mass index (BMI). The main risk factors are the reduction in the duration of sleep that causes increased energy intake and reduced physical activity, in addition to other factors such as gender, income, pregnancy, smoking and alcohol, health conditions, genetics, and psychology. Objective: To determine the relationship between sleep duration, energy intake and physical activity with obesity on health centers’ workers of Pidie Jaya District in Aceh Province. Methods: This study was an observational study with a cross sectional design. The research was conducted on health workers in 11 health centers in Pidie Jaya District of Aceh Province who met inclusion and exclusion criteria. The subjects were 200 people selected using simple random sampling. Obesity was assessed by body mass index (weight in kg/height in m). Duration of sleep and physical activity were collected with a form of activity recall and energy intake with a food recall. Data were analyzed by chi square test and multiple logistic regression. Results: There was a relationship between sleep duration and obesity with an OR value of 2.59, there was a relationship between energy intake and obesity (OR 2.55) and there was a relationship between physical activity and obesity (OR 2.47). Conclusions: Lack of sleep duration, high energy intake and low physical activity increased the risk of obesity on health centers’ workers in Pidie Jaya District of Aceh Province.

Kata Kunci : Petugas kesehatan puskesmas, obesitas, durasi tidur, asupan energi dan aktivitas fisik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.