KARAKTERISTIK PERAMBATAN RETAK FATIK VELG HASIL CENTRIFUGAL CASTING PUTARAN RENDAH DENGAN PERLAKUAN T6
REZA WIRAWAN, Dr. Priyo Tri Iswanto, S.T., M.Eng.
2014 | Skripsi | TEKNIK MESINVelg merupakan komponen kendaraan yang pada saat digunakan akan mengalami beban berulang (beban dinamis). Beban berulang tersebut dapat menyebabkan kegagalan fatik. Oleh karena itu, maka produk hasil coran tersebut harus mendapat jaminan terhadap kerusakan akibat retak lelah/fatik, sehingga aman dalam penggunaan dan bahkan mempunyai umur penggunaan lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kwantitatif antara pengaruh perlakuan panas T6 dengan variasi suhu artificial aging terhadap karakteristik perambatan retak fatik velg hasil centrifugal casting dari bahan aluminium A356. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah aluminium paduan A356. Specimen uji dibuat berdasarkan ASTM E647. Penelitian ini menggunakan 5 jenis specimen yaitu satu jenis specimen tanpa mengalami perlakuan panas T6 dan empat jenis specimen mengalami perlakuan panas T6. Variasi perlakuan panas T6 yang dilakukan yaitu pemanasan specimen pada suhu 5350C dengan waktu tahan selama 4 jam lalu dilanjutkan dengan aging pada suhu 300C, 1500C, 1750C, dan 2000C dengan waktu tahan selama 4 jam. Kemudian seluruh specimen diuji dengan uji perambatan retak dengan stress ratio R = 0,1. Hasil uji komposisi menunjukkan bahwa velg hasil centrifugal casting terbuat dari bahan aluminium paduan A356 dengan komposisi utama Al, Si, dan Mg. Hasil uji perambatan retak pada specimen tanpa perlakuan panas dengan R = 0,1 menghasilkan angka konstanta Paris C=2E-11 dan n=4,823. Specimen dengan perlakuan panas T6 dengan suhu aging 300C, 1500C, 1750C, dan 2000C masingmasing mempunyai harga konstanta Paris yaitu C=3E-12 dan n=3,899, C=2E-11 dan n=3,737, C=6E-12 dan n=3,424, dan C=8E-12 dan n=3,872.
Cast wheel is a vehicle component that when in used will get dynamic load. Recurring expense will cause fatigue. So that this product must have guaranty on failure caused by fatigue and save in used and also have useful life time. This research determined to find the quantitative relationship between the effect of T6 heat treatment with artificial aging temperature variation on the fatigue characteristics of aluminium A356 centrifugal casting velg. The material used in this study was aluminum alloy A356. The specimens were made based on ASTM E647. This research uses five types of specimens, one of the specimen without T6 heat treatment process and the others were subjected to T6 heat treatment. Variations T6 heat treatment was conducted at a temperature of 5350C heating specimen with holding time for 4 hours and then continued with aging at temperatures 300C, 1500C, 1750C, and 2000C with holding time of 4 haours. Then the whole specimen tested with crack propagation of stress ratio R = 0,1. The composition test results show that the centrifugal casting wheel was made of aluminium alloy A356 with main compotition of Al, Si, and Mg. The crack propagation test results on specimens without heat treatment with R = 0,1 gives the Paris value C=2E-11 dan n=4,823. Specimen with T6 heat treatment with aging temperature 300C, 1500C, 1750C, and 2000C respectively Paris has a value of C=3E-12 and n=3,899, C=2E-11 and n=3,737, C=6E-12 and 3,424, and C=8E-12 dan n=3,872.
Kata Kunci : paduan A356, centrifugal casting, heat treatment, aging, fatik.