HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN TITER IgA-EBV DIANTARA ORANG SEHAT
BENNY HERMAWAN, Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D.
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLATAR BELAKANG: Epstein Barr Virus (EBV) merupakan virus yang bersifat onkogenik dan telah menginfeksi lebih dari 90% populasi dunia. EBV memiliki kaitan dengan berbagai jenis keganasan pada sel epitel maupun limfoid salah satunya adalah karsinoma nasofaring (KNF). KNF merupakan keganasan yang jarang terjadi di seluruh di dunia, namun memiliki insidensi yang tinggi di Asia tenggara dan Cina Selatan. KNF oleh World Health Organization (WHO) dibagi menjadi 3 tipe dimana tipe 3 adalah jenis yang paling sering ditemui dan paling berhubungan dengan infeksi EBV. Reaktivasi EBV ditandai dengan respon IgA-EBV dan dapat dijadikan petanda khusus dari KNF. Pasien KNF memiliki kadar titer IgA-EBV yang tinggi, namun titer IgA-EBV yang tinggi juga ditemui pada orang sehat dan menjadi resiko terhadap terjadinya KNF. Kebiasaan merokok dipercaya berhubungan dengan tingginya kenaikan titer IgA-EBV. TUJUAN: Mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan titer IgA pada populasi orang sehat. METODE: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 279 orang pendonor di PMI Kodya Yogyakarta dan Kabupaten Sleman diikutsertakan dalam penelitian dan mengisi kuesioner mengenai data demografi serta kebiasaan merokok secara mandiri. Sampel darah tepi diambil untuk diukur kadar titer IgAEBV plasma menggunakan metode ELISA indirect. Hubungan kebiasaan merokok dengan kadar titer IgA-EBV dianalisa menggunakan analisis regresi logistik tanpa dan dengan adjustment latar belakang pendidikan dan usia. HASIL: Sebanyak 56 orang (20,07%) memiliki titer IgAEBV di atas cut-off 0,35. Subyek wanita tidak memiliki jumlah yang mencukupi sehingga tidak diikutsertakan dalam analisis. Perokok memiliki hubungan dengan tingginya titer IgA-EBV pada pria (OR=2,023; 95%CI=1,053-3,886). Tampak adanya hubungan doseresponse pada durasi merokok, jumlah rokok per hari (intensitas) dan jumlah rokok kumulatif (pack/year). Kesimpulan: Kebiasaan merokok memiliki hubungan dengan tingginya titer IgA-EBV pada pria baik dalam hal durasi, intensitas, maupun jumlah kumulatif rokok yang dikonsumsi.
BACKGROUND: Epstein Barr Virus (EBV) infects more than 90% of the world population and is classified as oncogenic virus. EBV is associated with various epithelial and lymphoid malignancies including nasopharyngeal carcinoma (NPC). NPC is a rare malignancy throughout most of the world, however a high incidence rate of NPC is well documented in Southeast Asia and Southern China. NPC was classified by World Health Organization (WHO) into 3 types, where type 3 is the most common and strongly associated with EBV infection. Reactivation of EBV is reflected by IgA-EBV response and can be used as specific biomarker for NPC. High IgA-EBV is detected in NPC patients, but high IgAEBV also detected in haelthy individual and may be a risk factor of NPC. Smoking is known to be associated with high levels of IgA-EBV. OBJECTIVE: To observe the association between smoking and IgA-EBV titres on healthy people . METHOD: A Cross sectional design is used in this study. 279 donors at PMI Kodya Yogyakarta and Sleman was included and given questionnaire about demographic data and smoking habits. Blood samples were collected and tested for IgA-EBV using indirect ELISA method. Association between smoking habits and IgA-EBV titres was analyzed using logistic regression with and without adjustment of age and education. RESULT: In total, 56 subjects (20,07%) have IgA-EBV titres above the cut-off value (0,35). Women was not included in this analysis because of the insufficient number of subjects. Ever smoker is associated with high level of IgA-EBV in men (OR=2,023; 95%CI=1,053-3,886). Duration, intensity and cumulative number of cigarettes show a dose-response relationship. CONLUSION: Smoking has an association with high level of IgA-EBV titres both in terms of duration, intensity, and cumulative number of cigarettes consumed.
Kata Kunci : Epstein Barr Virus, Karsinoma nasofaring, kebiasaan merokok, orang sehat, IgA-EBV.