Laporkan Masalah

OPTIMALISASI PERAN KODIM 0723/KLATEN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN WILAYAH (STUDI DI DESA BALERANTE, KECAMATAN KEMALANG, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH)

HARIAWAN, Prof. Dr. H.A. Sudibyakto, MS

2014 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran Kodim 0723/Klaten dalam penanggulangan bencana erupsi gunung Merapi tahun 2010 di Desa Balerante dan kendala-kendala yang dihadapi. Tujuan lain untuk mengetahui langkah-langkah optimalisasi peran Kodim 0723/Klaten serta implikasinya terhadap ketahanan wilayah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data deskriftif-kualitatif yang menganalisis serta mendeskripsikan secara sistematis tentang langkah-langkah optimalisasi peran Kodim 0723/Klaten dalam penanggulangan bencana erupsi gunung Merapi tahun 2010 di Desa Balerante dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kodim 0723/Klaten dan Desa Balerante. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Kodim 0723/Klaten selaku Komando Kewilayahan dalam penanggulangan bencana erupsi gunung Merapi tahun 2010 mempunyai peran yang cukup penting, meskipun dalam pelaksanaannya belum optimal. Kendala-kendala yang dihadapi mencakup tiga hal, yaitu: a. Kualitas sumber daya manusia yang masih terbatas, b. Material (peralatan) dalam penanggulangan bencana belum dimiliki Kodim 0723/Klaten, c. Kelembagaan penanggulangan bencana saat itu belum bisa mengakomodir dan mengendalikan instansi/elemen yang tergabung dalam penanggulangan bencana. Langkah-langkah optimalisasi peran Kodim 0723/Klaten dalam penanggulangan bencana erupsi gunung Merapi tahun 2010 meliputi: a. Optimalisasi sumber daya manusia, yaitu melalui pendidikan dan latihan, b. Optimalisasi material/peralatan, yaitu mengajukan dukungan material kepada satuan atas, kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penggunaan dan pemeliharaan yang efektif, c. Optimalisasi kelembagaan penanggulangan bencana, yaitu memanfaatkan BPBD dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi antar instansi. Implikasi yang ditimbulkan berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat, yaitu tertanamnya nilai-nilai Pancasila, terciptanya stabilitas politik yang demokrasi, pulihnya aktivitas perekonomian, terselenggaranya kehidupan beragama, pendidikan dan budaya masyarakat, serta terciptanya rasa aman dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Dengan demikian dapat meningkatkan ketahanan wilayah yang menyentuh aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

This research aimed to find out the role of Kodim 0723/Klaten in coping with Mount Merapi eruption disaster in 2010 in Balerante Village and the constraints encountered. It also aimed to find out the measures taken to optimize the role of Kodim 0723/Klaten and their implication to regional resilience. This study was a descriptive qualitative research with interview, observation, and library study as techniques of collecting data. Technique of analyzing data used was descriptive qualitative one analyzing and describing systematically the measures of optimizing the role of Kodim 0723/Klaten in coping with Mount Merapi eruption disaster in 2010 in Balerante Village and their implication to regional resilience. The research was taken place in Kodim 0723/Klaten (Military District Command 0723 of Klaten) and Balerante Village. The result of research showed that Kodim 0723/Klaten as District Command played a sufficiently important role in dealing with the Mount Merapi eruption disaster, despite less optimality. Three constraints were encountered: a. limited quality of human resource, b. some materials (equipments) the Kodim had not had yet in dealing disaster, c. The disaster management institution could not have accommodated and controlled the institutions/elements belonging to disaster management at that time. The measures of optimizing the role of Kodim 0723/Klaten in coping with Mount Merapi eruption disaster in 2010 included: a. human resource optimization, through education and training, b. material/equipment optimization, through requesting material support to superior unit, cooperation and coordination with related institution and effective use and maintenance, c. disaster management institution optimization, through utilizing BPBD (Local Disaster Management Agency) in improving alertness and coordination among the institutions. The implications generated affected social condition of society including the embedment of Pancasila values, the creation of democratic political stability, the recovery of economic activity, the organization of religious life, societal education and culture, and the creation of secure feeling and TNI’s integrity into society. Thus, these could improve the area tenacity pertaining to ideological, political, economic, social-cultural, and security defense aspects.

Kata Kunci : Optimalisasi, Peran, Penanggulangan Bencana,, Ketahanan Wilayah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.