Laporkan Masalah

INVENTARISASI ASET TETAP (TANAH DAN BANGUNAN) DALAM RANGKA OPTIMALISASI PENGELOLAAN ASET DAERAH KABUPATEN PONTIANAK TAHUN 2013

Suparianto, Ertambang Nahartyo, M.Sc., Ph.D., CMA.

2014 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel pendataan, kodefikasi/labelling, pengelompokkan, pencatatan dan pelaporan aset tetap (tanah dan bangunan) terhadap optimalisasi pengelolaan aset daerah, dan menganalisis faktor-faktor kendala dan pendukung dalam pengelolaan aset daerah, khususnya pada pelaksanaan inventarisasi aset tetap (tanah dan bangunan) Pemerintah Kabupaten Pontianak. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode survei melalui kuesioner dan wawancara yang dilakukan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pontianak. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 60 responden yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan alat uji regresi linier berganda diketahui bahwa secara bersama-sama/serentak menunjukkan kelima variabel yaitu: pendataan, kodefikasi/labelling, pengelompokkan, pencatatan dan pelaporan aset tetap (tanah dan bangunan) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap optimalisasi pengelolaan aset daerah. Hal ini dibuktikan dengan nilai F-hitung > F-tabel. Secara individual, variabel yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap optimalisasi pengelolaan aset daerah adalah kodefikasi/labelling dan pelaporan aset tetap (tanah dan bangunan). Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung > nilai t-tabel dan hasil uji arah tanda pada uji ekonomika. Sementara itu, hasil analisis SWOT diketahui bahwa pemerintah daerah telah memiliki sistem informasi dalam pengelolaan aset daerah, namun memiliki kendala-kendala yaitu sumber daya manusia yang masih minim dari kualitas maupun kuantitas, ketersedian dana dan prasarana yang belum memadai, komitmen dan motivasi kerja yang belum optimal, dan dukungan dari masyarakat yang masih minim dalam memberikan informasi asal usul/sejarah tanah yang dimiliki. Pelaksanaan inventarisasi aset tetap (tanah dan bangunan) didukung dengan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan aset daerah, program Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah, pembinaan dari Badan Kepegawaian Daerah, bimbingan dari Badan Pemeriksa Keuangan, serta sikap positif dan kemauan pemerintah daerah untuk memperbaiki pengelolaan aset daerah lebih baik dan optimal. Kata Kunci: pendataan, kodefikasi/labelling, pengelompokkan, pencatatan, pelaporan, optimalisasi pengelolaan aset, regresi linier berganda, analisis SWOT

This study aims to analyze influence of data collection, codefication/labelling, grouping, registration and reporting of fixed assets (land and building) on the optimization of regional asset management, and to analyze constrainting and supporting factors in the regional asset management, especially on inventory of fixed assets (land and building) of Pontianak Regency Government. Method of data collection in this study is survey method through questionnaire and interviews conducted at Local Government Work Units in the office of Pontianak Regency Government. The sample which was used consists of 60 respondents selected based on the method of purposive sampling. Analysis tools employed in this study were multiple linear regression and SWOT analysis. Furthermore, analysis result using multiple linier regression test together/simultancously indicated that all five variables, namely data collection, codefication/labeling, grouping, registration, and reporting of fixed asset (land and building) have positive influence and significant to optimization of regional asset management. This is proved by the value of F count > F-table. Individually, variables codefication/labelling and reporting are proved significantly influence optimization of regional asset management. This is proved by the value of t count > t-table and direction of the test results on the economic test. Meanwhile, based on the result of the SWOT analysis, it is known that local government has already had an information system in regional asset management, yet it has some constraints, namely human resource who are still less both in quantity and quality, availability of funds and inadequate infrastructure, commitment and work motivation is not optimal, and then the support of the people are still deficient in providing information about origins/history of land that has been owned by them. Implementation of inventory of fixed assets (land and building) are supported by regulation of legislation regarding the regional asset management, SIMBADA programs, Coaching of Local Staffing Agencies, the guidance of the Financial Exaiminers Board, as well as a positive attitude and the willingness of local governments to reform regional asset management to be better and optimal. Keywords: data collection, codefication/labelling, grouping, registration, reporting, optimization of asset management, multiple linier regression, SWOT analysis.

Kata Kunci : pendataan, kodefikasi/labelling, pengelompokkan, pencatatan, pelaporan, optimalisasi pengelolaan aset, regresi linier berganda, analisis SWOT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.