VALIDASI BEHAVIORAL ACTIVATION DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN ASMA
MEGA DIANINGTYAS NUGRAHENI, Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiPenanganan psikologis menjadi alternatif model penanganan pasien asma untuk meningkatkan kemampuan manajemen diri pasien yang berpengaruh pada kualitas hidupnya. Manajemen diri pada pasein asma terlihat pada perubahan perilaku untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatannya. Behavioral Activation (BA) merupakan salah satu teknik pendekatan perilakuan yang berfokus pada peningkatan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk memvalidasi modul tritmen Behavioral Activation dalam meningkatkan manajemen diri pada pasien asma di Puskesmas. Eksperimen quasi dengan desain untreated control group design with pretest and postest digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian yaitu individu yang terdiagnosis asma dan memiliki manajemen diri buruk, terbagi dalam kelompok eksperimen (n=4) dan kelompok kontrol (n=4). Alat ukur yang digunakan adalah behavioral checklist untuk manajemen diri dan Beck Depression Inventory (BDI). Analisis data menggunakan uji Anova. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa modul BA valid dalam meningkatkan manajemen diri pada pasien asma di Puskesmas, namun peningkatan manajemen diri pasien belum optimal. Kata kunci : behavioral activation, manajemen diri, asma, eksperimen quasi
Psychological treatment as an alternative model of treatment in patients with asthma that could improve their self-management, that affected the quality of life. Self-management in asthma patients could be seen in the change of behavior to maintain physical condition and health. Behavioral Activation (BA) was one of the techniques with behavioral approaches that focus on improving behavior. The purpose of this study was to validate the module treatment Behavioral Activation in improving self-management of patient with asthma in Puskesmas. This study used a quasi-experimental design with untreated control group design with pretest and posttest. Research subjects were individuals, who were diagnosed with asthma and had poor self-management, divided into experimental group (n=4) and control group (n=4). Behavioral checklist for self-management and the Beck Depression Inventory (BDI) were measuring instrument that be used. Data analysis used the Anova. The results indicated that the BA module valid in improving selfmanagement in patient with asthma in Puskesmas, but self-management of patient with asthma has not been increased optimal. Keyword: Behavioral Activation, self-management, asthma, quasi experimental
Kata Kunci : behavioral activation, manajemen diri, asma, eksperimen quasi