HASRAT PENGARANG DALAM KUMPULAN CERPEN SAMPAN ZULAIHA: PERSPEKTIF LACANIAN
Wahyu Wiji Astuti, Dr. Pujiharto, M. Hum.
2014 | Tesis | S2 SastraPenelitian ini ingin melihat bagaimana hasrat yang berasal dari alam bawah sadar pengarang termanifestasikan melalui karya sastra berupa buku kumpulan cerpen Sampan Zulaiha karya Hasan Al Banna. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hasrat Hasan Al Banna yang ada dalam buku kumpulan cerpennya tersebut. Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, penelitian dilakukan dengan menggunakan teori dan metode psikoanalisis Lacan. Analisis teks sebagai manifestasi hasrat dilakukan melalui mekanisme metafora dan metonimia dengan menganalisis penanda-penanda yang ada dalam kumpulan cerpen. Hasrat-hasrat yang tersembunyi di dalam penanda kemudian diidentifikasi ke dalam hasrat menjadi (narsistik) dan hasrat memiliki (anaklitik). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa hasrat Hasan untuk menjadi ‘anak laki-laki kesayangan’ merupakan hasil identifikasi dirinya terhadap kakak laki-lakinya. Hasrat Hasan sebagai seorang ‘masyarakat asli Sumatera Utara’ merupakan identifikasi Hasan terhadap masyarakat di lingkungannya. Identitas-identitas tersebut adalah identitas yang dihasrati oleh Liyan. Maka Hasan menghasrati identitas tersebut untuk mendapatkan cinta Liyan. Hasrat Hasan sebagai ‘pandai fiksi’ adalah hasil identifikasi dirinya terhadap sosok ayah yang merupakan seorang ‘pandai besi’. Hasrat awal muncul dari hasil identifikasi dirinya dari pendidikannya. Kemudian hasratnya sebagai sastrawan dan penulis fiksi muncul karena kegemarannya dalam membaca karya-karya sastra. Penanda ‘pandai fiksi’ sebagai identitas diri dianggap akan mampu memenuhi keutuhan dirinya. Namun sebagai subjek yang berkekurangan Hasan tidak akan pernah mencapai kepuasan, sebab Yang Simbolik juga selalu tidak pernah utuh. Dengan demikian Hasan terus mencari pemenuhan diri karena hasrat dan upaya pemenuhan diri tidak akan pernah selesai. Kata kunci: hasrat, Hasan Al Banna, Sampan Zulaiha, Lacan, Psikoanalisis
The research describes the desire that comes from author unconsciousness presented in his literary work, as it is shown in Hasan Al Banna’s short stories collection entitled Sampan Zulaiha. The purpose of this research is to analyze the desire that comes from Hasan Al Banna unconsciousness. That is why; Lacan’s theory and method regarding the psychoanalysis are used to unfold the unconscious desire from Hasan Al Banna. Textual analysis is applied trough the used of metaphor mechanism and metonymy to analyze the signifiers that can be found within the short stories. The desire is hidden within the signifiers which are then identified as narcistic and anaclitic desire. From the analysis it can be concluded that Hasan’s desire to be “the beloved son†is the result his personal identification toward his older brother. Hasan’s desire to belong to “Sumatra Utara native society†is part of his identification toward his surrounding environment. The signifiers are also part of “the Others†desire. Hasan desires the signifiers in order to be loved by “the Othersâ€. Hasan’s desire as “pandai fiksi†is the result of his personal identification toward his father’s figure as “pandai besiâ€. The first desire presents from his identification toward his study. His desire as a literary writer appears because of his personal interest in reading literary works. The signifiers of “pandai fiksi†as his identity fulfilled himself. But as a subject who has lackness, he will never be satisfied. Because the “Symbolic†will never be completed, that is why Hasan will always search for the continuous self fulfillment which will never be ended. Keyword: desire, Hasan Al Banna, Sampan Zulaiha, Lacan, Psychoanalysis
Kata Kunci : hasrat, Hasan Al Banna, Sampan Zulaiha, Lacan, Psikoanalisis