Laporkan Masalah

FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Swartz ) DENGAN VARIASI JUMLAH BAHAN PENGIKAT GELATIN

NUR HAWWIN, Drs. Mufrod, Msc, Apt.

2014 | Skripsi | OBAT ALAMI

Rimpang lengkuas (Alpinia galanga (L.) Swartz ) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan untuk pengobatan, salah satu khasiatnya adalah sebagai tonikum (Yuliani, dkk., 2008). Pengembangan bentuk sediaan diperlukan untuk meningkatkan acceptability. Bentuk sediaan tablet hisap dipilih karena praktis dan nyaman dikonsumsi. Tablet hisap memiliki kekerasan yang tinggi. Sifat ini dipengaruhi oleh penggunaan bahan pengikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kadar bahan pengikat gelatin terhadap sifat fisik tablet hisap ekstrak rimpang lengkuas. Ekstrak rimpang lengkuas dibuat dengan metode maserasi. Ekstrak kental diuji organoleptis, daya lekat, kekentalan dan susut pengeringannya. Tablet hisap rimpang lengkuas dibuat dalam 4 formula dengan variasi kadar bahan pengikat gelatin (0%, 0,5%, 1,0% dan 1,5% dari bobot tablet) dengan metode granulasi basah. Gelatin ditambahkan dalam bentuk larutan 10% b/v. Granul kering yang dihasilkan diuji waktu alir dan kompaktibilitasnya. Tablet hisap hasil dari pengempaan granul diuji keseragaman bobot, kerapuhan, kecepatan melarut serta uji tanggap rasa tablet. Data yang didapatkan dianalisis dengan ANOVA satu jalan taraf kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Difference). Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa tablet hisap yang terbaik dan telah memenuhi persyaratan yaitu dihasilkan oleh formula D dengan menggunakan kadar bahan pengikat gelatin sebesar 1,5 %. Kadar bahan pengikat yang meningkat menyebabkan meningkatnya kompaktibilitas granul, kekerasan tablet dan waktu melarut tablet sedangkan menurunkan sifat alir granul dan kerapuhan tablet.

Galangal rhizome (Alpinia galanga (L.) Swartz) is a plant that is used for medication, one of the properties is as a tonic (Yuliani, et al., 2008). Development of dosage forms needed to improve acceptability. Lozenge dosage forms have been practical and comfortable consumed. Lozenges having a high hardness. These properties are affected by the use of a binder agent. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the levels of gelatin binder on the physical properties of galangal rhizome extract lozenges. Galangal rhizome extract was made by maceration method. Crude extract was tested with organoleptic test, adhesion test, viscosity test, and its drying shrinkage. Galangal rhizome lozenges made in 4 formula with gelatin binder content variation (0%, 0.5%, 1.0% and 1.5% of the weight of the tablet) by wet granulation method. Gelatin was added in the form of a solution of 10% w / v. The resulting granules were dried and tested for its flow time and compactibility. Lozenges was tested for its weight uniformity, friability, dissolution rate and taste responsiveness. The data obtained were analyzed by one way ANOVA level of 95% followed by LSD (Least Significant Difference). the formula D that generated by using a gelatin binder content of 1.5% was chosen as the best formula because of its physical properties that most qualified. Increased levels of binder causes increased granule compactibility, tablet hardness and dissolution time of the tablet while lowering the flow properties of granules and tablets fragility.

Kata Kunci : tablet hisap, lengkuas (Alpinia galanga (L.) Swartz), gelatin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.