Hubungan Antara Status Klinikopatologis pada Penderita Kanker Payudara Lanjut Lokal yang Menjalani Mastektomi Radikal Modifikasi Paska Neoadjuvant Kemoterapi dengan Kualitas Hidup
Wahyu Purwohadi, dr. Kunta Setiaji. SpB ( K ) Onk
2014 | Tesis | S2 Ilmu BedahLatar Belakang:Penyakit kanker payudara merupakan penyebab kematian ketiga setelah jantung dan kanker paru. Diagnosis kanker payudara ditegakkan secaraklinis, radiologis, sitologi dan histopatologi. Kualitas hidup pasien kanker payudara banyak dipengaruhi oleh status klinikopatologis serta dapat dievaluasi dengan kuesioner EORTC QLQ-C30 dan BR 23. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara status klinikopatologis pada penderita kanker payudara yang menjalani mastektomi radikal modifikasi paska kemoterapi neoadjuvant dengan kualitas hidup Subyek Penelitian: Penderita kanker payudara yang menjalani mastektomi radikal modifikasi paska neoadjuvant kemoterapi di RSUP Dr Sardjito pada Januari sampai Desember 2010 serta memenuhi kriteria inklusi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna. Hasil Penelitian: Jumlah populasi pada penelitian ini ada 43 penderita, kelompok umur 31-45 tahun ada 17 orang (39,5%), 46-55 th 17 orang (39,5%), tingkat pendidikan terbanyak SMA dengan 22 orang (51,2%) dengan pekerjaan sebagian besar adalah PNS 24 orang (55,8%). Stadium klinik paling banyak IIIA sebesar 32 orang (74,4%) dengan jenis PA semuanya Ca ductal infiltrative, grade II ada 19 orang (44,2%) dan grade III ada 19 orang (44,2%), jumlah limfonodi aksila yang terlibat 0-5 sebanyak 30 (69,8%), ER/PR (+/-) ada 20 orang (46,5%) dan HER2 negatif sebesar 27 orang (62,8%). Semua penderita mendapat kemoterapi dengan preparatAC..Gejalayang kadang-kadang dirasakan adalah Fatique 30 orang (69,8%), nyeri ada 36orang (83,7%), sedangkan gejala dilengan kadangkadang dikeluhkan pada 27orang (62,8%), rambut rontok ada 32orang (74,4%) dan sakit kepala ada 30 orang (69,8%). Kualitas hidup baik ada 36 orang (83,7%). Pada penelitian ini status klinikopatologis yang bermakna adalah grading histologist .Hasilnya diperoleh nilai p=0,03. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara status klinikopatologis yaitu grading histology pada penderita kanker payudara yang menjalani mastektomi radikal modifikasi paska kemoterapi neoadjuvant dengan kualitas hidup.
-
Kata Kunci : Kata Kunci: status klinikopatologi, kanker payudara, mastektomi radikal modifikasi, kemoterapi neoadjuvant, kualitas hidup.