EVALUASI INDIKATOR KINERJA UTAMA PADA KPP PRATAMA SEMARANG BARAT
WAHYU SETYAJI I, Prof. Dr. Slamet Sugiri., M.B.A, CMA
2014 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi TerapanPengukuran kinerja pada sektor publik digunakan untuk menilai pencapaian kinerja dan memberikan gambaran tentang keberhasilan atau kegagalan dalam rangka mewujudkan akuntabilitas instansi pemerintah. Indikator kinerja sebagai alat untuk mengidentifikasi dan mengukur capaian kinerjanya harus valid, dalam arti mampu menggambarkan kinerja yang sebenarnya. Indikator kinerja juga harus berorientasi pada hasil karena secara langsung dapat menggambarkan pencapaian tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas dan orientasi Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan menggunakan kriteria SMART dan four quadrant analysis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, kuesioner, dan riset pustaka. Penelitian dilakukan di KPP Pratama Semarang Barat dengan fokus penelitian pada IKU eselon III dan unit kerja di bawahnya, yaitu unit eselon IV dan Kelompok Jabatan Fungsional. Penelitian ini tidak mencakup IKU pada level individu atau pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96% IKU eselon III dan 98% IKU eselon IV dan Kelompok Jabatan Fungsional di KPP Pratama Semarang Barat dinyatakan valid. Hasil evaluasi menggunakan four quadrant analysis menunjukkan bahwa IKU yang digunakan oleh KPP Pratama Semarang Barat belum berorientasi pada hasil. Penelitian juga menemukan bahwa kendala dalam penyusunan dan pengimplementasian IKU yaitu pemahaman yang kurang atas proses bisnis DJP, sistem informasi pengelolaan kinerja belum memadai, pemahaman pegawai terhadap pengelolaan kinerja belum merata, dan adanya keterbatasan SDM.
The measurement of sector public performance is used to assess performance achievement and give a description about the success or failure in realizing government institution accountability. Performance indicator as a tool for identifying and measuring performance achievement must valid. It means that it can describe the real performance. Performance indicator also must result orientation because it can describe objective achievement directly. The objective of this research is assessing validity and orientation of the Key Performance Indicators (KPI) by using the SMART and four quadrant analysis criterion. Technique of data collection use documentation, interview, questionnaire, and library research. This research is conducted in the West Semarang Small Taxpayers Office that focuses on the KPI of echelon III and underneath unit, echelon IV unit and Functional Group. This research does not include the KPI of individual or officer level. The result of research show that 96% KPI of echelon III and 98% KPI of echelon IV and Functional Group in the West Semarang Small Taxpayers Office is valid. Evaluation result that uses four quadrant analysis shows that KPI that used by the West Semarang Small Taxpayers Office is not results-oriented. This research finds that the obstacle in drafting and implementing of KPI, like the less understanding of the Directorate General of Taxes (DGT) business process, insuficient of performance management information system, insufficient of officer understanding toward performance management, and the limitation of human resources.
Kata Kunci : indikator kinerja utama (IKU), SMART, four quadrant analysis.