KARAKTERISTIK SISTEM PERTANAMAN PEKARANGAN PASCAERUPSI TAHUN 2010 DI LERENG SELATAN GUNUNG MERAPI
AGUS DWI PRASETIA PUTRA, Dr. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P.
2014 | Skripsi | KEHUTANANPenelitian karakteristik sistem pertanaman pekarangan pascaerupsi tahun 2010 di lereng selatan Gunung Merapi bertujuan untuk mengetahui karakteristik pola tanam dan dinamika budidaya tanaman semusim pada sistem pertanaman pekarangan pascaerupsi berdasarkan tingkat kerusakannya. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling pada 30 pekarangan di Desa Balerante selama bulan Juni-Desember 2013. Data yang diperoleh yaitu proyeksi vertikal da horizontal pohon sebagai output sexi-fs, pengamatan lapangan, hasil wawancara, indeks diversitas jenis, indeks nilai penting dan indeks similaritas. Erupsi Gunung Merapi berpengaruh terhadap karakteristik pola tanam pada tingkat kerusakan berat, namun tidak begitu berpengaruh terhadap tingkat kerusakan sedang dan ringan. Hal ini dibuktikan dari perhitungan indeks diversitas sebesar 1,18 pada tingkat kerusakan berat berpola trees along border, tingkat kerusakan sedang sebesar 2,04 berpola alley cropping sedangkan tingkat kerusakan ringan sebesar 2,35 berpola random mixture dan alley cropping. Keseluruhan 30 pekarangan memiliki indeks diversitas sebesar 2,22. Tingkat kerusakan sedang dan ringan mempunyai kemiripan cukup tinggi sebesar 0,59. INP menunjukan dominansi jenis sengon sebesar 171,64% pada tingkat kerusakan berat, jenis ini untuk rehabilitasi lahan pascaerupsi. Dinamika budidaya tanaman semusim pascaerupsi Gunung Merapi meliputi tembakau, gendruk, ketela, tales, jipang, tebu, sawi yang ditanam dalam musim kemarau. Jagung, jahe, cabai ditanam dalam musim penghujan, sedangkan kolonjono dan rumput gajah ditanam secara tidak menentu. Warga juga membudidayakan pisang, papaya dan salak secara terus-menerus sepanjang musim penghujan sampai kemarau.
Research of “Characteristics of Homegarden System in South Area of Mount Merapi After Eruption in 2010†aims to determine the characteristics and dynamics of the cropping pattern cultivation of seasonal crops in cropping systems based on the level of damage yard after eruptions. Retrieval of data using purposive sampling method at 30 yards in the village of Balerante during June- December 2013. Data obtained by the vertical projection of a tree as output horizontal from sexi-fs, field observations, interviews, diversity index types, important value index and similarity index . Volcanic eruptions affect the characteristics of the cropping pattern in heavily damaged, but did not affect the rate of moderate and light damage. It is evident from the calculation of diversity index of 1,18 on patterned heavily damaged trees along the border, the extent of damage was patterned alley cropping of 2,04 while the slightly damaged patterned random mixture of 2,35 and alley cropping. Overall 30 yard has a diversity index of 2,22. And the level of damage was minor resemblance is quite high at 0,59. INP shows sengon species dominance of 171,64 % at the level of heavy damage, this type of rehabilitation after eruption. The dynamics of the cultivation of annual crops include tobacco after eruptions Mount Merapi, gendruk, cassava, tales, Jipang, sugarcane, mustard planted in the dry season. Corn, ginger, chili planted in the rainy season, while kolonjono and elephant grass grown uncertain. Residents also cultivate bananas, papaya and barked continuously throughout the rainy season to dry.
Kata Kunci : Pola tanam agroforestri, dinamika tanaman semusim, pascaerupsi