Laporkan Masalah

PENGENDALIAN PERTUMBUHAN JAMUR KONTAMINAN PADA MEDIA BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus (Jacq. ex Fr. Kummer) DENGAN EKSTRAK ETANOLIK LENGKUAS (Alpinia galanga L.)

MUSDALIFATUL ALIAH, Rina Sri Kasiamdari S.Si., Ph.D.

2014 | Skripsi | BIOLOGI

Jamur kontaminan merupakan masalah utama dalam budidaya jamur tiram untuk itu dilakukan penelitian mengenai identifikasi jamur kontaminan yang tumbuh pada media budidaya jamur tiram dan upaya mencari potensi ekstrak etanol lengkuas sebagai agen hayati antifungi. Pengambilan sampel jamur kontaminan berasal dari media budidaya jamur tiram yang terkontaminasi lalu ditumbuhkan secara in vitro dalam media PDA (Potato Dextrose Agar) dan diidentifikasi. Hasil identifikasi jamur kontaminan yang berasal dari media budidaya jamur tiram yaitu Rhizopus sp., Aspergillus fumigatus, Aspergillus niger dan Mucor sp.. Pengujian potensi antifungi ekstrak etanol lengkuas dilakukan dengan uji pendahuluan yaitu penentuan konsentrasi ekstrak lengkuas yaitu 0, 20, 40, 60, 80% dengan tiga kali ulangan selanjutnya uji lanjut dengan konsentrasi yang dinaikkan untuk mengetahui MIC (Minimum Inhibitory Concentration) yaitu 0, 60, 70, 80% serta dilakukan tiga ulangan. Untuk kontrol digunakan media PDA tanpa perlakuan sebagai perbandingan. Pengujian selanjutnya dengan metode difusi paperdisc menggunakan Kertas Whatman dengan MIC ekstrak etanol yang sudah diketahui yaitu 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji pendahuluan dan uji lanjut, ekstrak etanol lengkuas memiliki penghambatan terhadap pertumbuhan jamur kontaminan 100% selama inkubasi 5 hari. Pada metode difusi paperdisc adanya luas zona hambat pada MIC ekstrak lengkuas jamur kontaminan yaitu pada Rhizopus sp. memiliki diameter zona hambat sebesar 0,516, A. fumigatus sebesar 0,416, A. niger sebesar 0,308, Mucor sp. sebesar 0,358. Ekstrak etanol lengkuas bersifat antifungi terhadap Rhizopus sp. , A. fumigatus, A. niger dan Mucor sp. dan konsentrasi yang efektif menghambat pertumbuhan hifa adalah 70%.

Contaminant growth of fungal is a problem on oyster mushroom cultivation media, a research about identification contaminant on oyster mushroom cultivation media and in order to find antifungal agents from ethanol extract of galangal (Alpinia galanga L.) had been conducted. Sampling contaminants from oyster mushrooms media then inoculated in vitro in PDA ( Potato Dextrose Agar ) and identified. The results of the identification of fungal contaminants derived from oyster mushroom cultivation media were Rhizopus sp., Aspergillus fumigatus, Aspergillus niger dan Mucor sp.. Testing antifungal potential of ethanol extract of galangal preliminary test was conducted by determining concentration of galangal extract, 0, 20, 40, 60, 80 % performed three replications further test the concentration increased further to determine the MIC ( Minimum Inhibitory Concentration ) 0, 60, 70, 80 % and performed three replications. As control the media used PDA without treatment as a comparison . Further testing with paperdisc diffusion method using Whatman paper with MIC ethanol extract known that 70 %. The results showed that the preliminary test, and the test continued galangal ethanol extract has inhibitory against the growth of mold contaminants that evidenced the absence of hyphae growth of 100 % over the 5 day incubation . In the absence of widespread diffusion method paperdisc inhibition zone on MIC galangal extracts each fungal Rhizopus sp. has a diameter of inhibition zone was 0.516 , A. fumigatus have was 0.416 , A. niger was 0.308 , Mucor sp. was 0.358 . Ethanolic extract of galangal be antifungal against Rhizopus sp. , A. fumigatus, A. niger And Mucor sp. effective concentration to inhibit the growth of hyphae was 70 %.

Kata Kunci : Jamur Tiram, Lengkuas, Rhizopus, Aspergillus, dan Mucor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.