Laporkan Masalah

DAMPAK KRISIS KEUANGAN GLOBAL TAHUN 2008 TERHADAP EKSPOR BATUBARA INDONESIA

SUGIARTI, Sri Rahayu Budiani, M.S.

2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kegiatan ekonomi untuk menggerakkan perekonomian suatu negara diantaranya adalah perdagangan, dalam hal ini tidak terkecuali adalah perdagangan internasional yang dapat diketahui dari nilai ekspor dan impor. Batubara merupakan salah satu sumber energi primer yang tidak dapat diperbaharui dan diperdagangkan secara luas. Ekspor batubara Indonesia selalu meningkat selama periode 2006-2010. Hal ini terbukti bahwa adanya krisis ekonomi tahun 2008 tidak memberikan pengaruh negatif seperti halnya pada sumberdaya energi fosil yang lain. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kontribusi dalam satuan fisik dan nilai mata uang masing-masing komoditas sumberdaya energi dalam pengaruhnya terhadap ekspor sumberdaya energi pasca krisis keuangan global, mengetahui peningkatan nilai ekspor batubara dalam satuan fisik dan nilai mata uang, menganalisis persebaran tujuan ekspor batubara tahun 2006-2010 berdasarkan jumlah dalam satuan fisik dan nilai mata uang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan data sekunder. Penelitian ini menggunakan data ekspor batubara menurut negara tujuan utama dan kontribusinya tahun 2006-2010. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dan analisis keruangan menggunakan SIG. Secara umum selama periode 2006-2010, volume ekspor energi yang terbesar adalah batubara, trend yang terjadi pada permintaan batubara di pasar dunia selalu meningkat, begitu pula dengan nilai ekspornya. Pasca krisis volume ekspor batubara meningkat tajam sehingga mampu berada di posisi teratas sebagai kontributor devisa negara dari sumberdaya energi yang lainnya. Negara tujuan utama ekspor batubara Indonesia adalah Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, Cina, Thailand, Pilipina, Malaysia, India, Amerika Serikat, Belanda, Italia, Spanyol, dan Lainnya. Permintaan batubara terbesar sebelum dan di masa krisis keuangan global adalah Jepang, namun pasca krisis, yaitu 2009 dan 2010 ekspor batubara Indonesia terbesar ke Cina.

Economic activities to move the economy of a country of which are trade, is no exception in this regard is that international trade can be seen from the value of exports and imports. Coal is one of the primary energy sources are not renewable and widely traded. Indonesian coal exports always increase during the 2006-2010 period. It is evident that the economic crisis of 2008 did not provide a negative influence as well as on other fossil energy resources. This study aims to identify the contribution of the physical units and the value of each currency commodity energy resources in their influence on the export of energy resources after the global financial crisis, knowing the increase in the value of coal exports in physical units and currency values, analyze the distribution of coal export destination in 2006 - 2010 based on the number of physical units and the value of the currency. The research method used is a spatial analysis using secondary data. This study uses data coal exports by country of destination and the main contribution 2006-2010. Data processed by descriptive and spatial analysis using GIS. In general, during the period of 2006-2010, the largest volume of energy exports are coal, a trend that occurs in coal demand in the world market is increasing, so does the value of its exports. Post- crisis export volume of coal increased sharply so as to be in the top position as the contributor of foreign exchange from other energy resources. The main destination countries of Indonesian coal exports are Japan, Hong Kong, South Korea, Taiwan, China, Thailand, Philippines, Malaysia, India, United States, Netherlands, Italy, Spain, and Others. Largest coal demand before and during the global financial crisis is Japan, but after the crisis in 2009 and 2010, the largest Indonesian coal exports to China.

Kata Kunci : ekspor, sumberdaya energi, batubara, krisis ekonomi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.