Laporkan Masalah

EVALUASI PERAN PENDAMPING TERHADAP KEBERHASILAN PROGRAM DESA MANDIRI PANGAN DI KABUPATEN BANTUL

NURUL AIDA LUTHFIANTI, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi

2014 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana peran pendamping Program Desa Mandiri Pangan. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan dari Program Desa Mandiri Pangan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bantul, Kecamatan Imogiri Desa Karangtengah dan Kecamatan Sedayu Desa Argodadi. Responden yang diteliti adalah responden yang mengikuti Program Desa Mandiri Pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan metode kuantitatif secara survei. Pengambilan sampel responden dilakukan secara simple random sampling. Total responden berjumlah 60 orang, yaitu 30 responden dari Desa Karangtengah dan 30 responden dari Desa Argodadi. Metode analisis yang digunakan adalah uji proporsi, paired t-test dan analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menilai peran pendamping di dalam Program Desa Mandiri Pangan di Kabupaten Bantul berada di dalam kategori tinggi, yakni pendamping selalu berperan aktif dalam mendampingi dan membantu masyarakat didalam Program Desa Mandiri Pangan. Peran pendamping yang paling tinggi adalah sebagai motivator yaitu sebesar 73,81% yang berarti pendamping selalu memberikan dorongan bagi masyarakat didalam kegiatan Demapan, sedangkan peran pendamping yang paling rendah adalah peran sebagai innovator yaitu sebesar 44,88% yang berarti pendamping hanya kadang-kadang saja dalam mengenalkan masyarakat terhadap inovasi terbaru didalam usahanya. Di dalam keberhasilan kegiatan Desa Mandiri Pangan, peran pamong desa berpengaruh nyata secara positif yang berarti semakin tinggi peran pamong desa maka akan semakin tinggi pula keberhasilan Program Desa Mandiri Pangan. Faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap keberhasilan kegiatan Desa Mandiri Pangan adalah peran pendamping, partisipasi masyarakat, persepsi masyarakat dan motivasi.

This research was aimed to determine : (1) the roles of facilitators in Village Food Autonomy Program and (2) factors affecting the success of Village Food Autonomy Program. This research was conducted in two areas in Bantul regency: Karangtengah village, Imogiri subdistrict and Argodadi village, Sedayu sub-district. Analytical descriptive method by employing quantitative approach using survey was used in the research. Respondents were selected from the population under study by using simple random sampling. The total number of respondents were 60 people, consisting of 30 respondents from Karangtengah village and 30 respondents from Argodadi village. Data were analyzed by using proportion test, paired t – test, and multiple linear regression analysis. The research results showed that more than 50% of respondents evaluate that rated the role of facilitators in the Village Food Autonomy Program in Bantul in high category which meaned the supervisors has always played an active role in assisting and helping the community in the Village Food Autonomy Program. The major role of the program facilitators was as a motivator. This was equal to 73.81% of response from total respondents, which meaned the supervisors have been encouraging the community to achieve food autonomy in their village. Meanwhile, the least notable role of the facilitators was the role as an innovator, which was found in 44.88% of total response. That showed that the facilitators introduced their latest business innovation to the community in a very occasional manner only. Village officials was found to have a substantial role toward the success of Village Food Autonomy Program, which meaned as high as village officials as high as the success of Village Food Autonomy Program.The other factors that did not significantly affect the success of this

Kata Kunci : Peran Pendamping, Keberhasilan, Desa Mandiri Pangan, Bantul.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.