PENGARUH FAKTOR LAMA PEMASAKAN DAN KONSENTRASI ALKALI AKTIF TERHADAP RENDEMEN DAN SIFAT FISIK PULP PROSES SULFAT DARI KAYU BALSA (Ochroma pyramidale)
MINDORO RAZOKI, Dr. Ir. Sri Nugroho Marsoem, M.Agr.Sc.
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL HUTANDalam rangka menambah jenis alternatif bahan baku industry pulp dan kertas, telah dicobakan penelitian pengolahan kayu balsa (Ochroma piramidale) menjadi pulp dengan proses sulfat. Balsa dikenal sebagai spesies pioneer yang mampu tumbuh sangat cepat dan memiliki rotasi tebang yang singkat. Kayu balsa (O. piramidale) pada penelitian ini berumur tiga tahun, diperoleh dari Lumajang, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap secara faktorial. Faktor pertama adalah lama pemasakan, terdiri dari tiga aras yaitu bagian 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Faktor kedua adalah konsentrasi alkali aktif yang terdiri dari dua aras yaitu konsentrasi alkali aktif 16% dan 18%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu O. piramidale yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur dapat diolah menjadi bahan baku pulp menggunakan proses sulfat. Hasil rendemen yang diperoleh berkisar antara 27,42 – 44,05 %; nilai bilangan kappa antara 10,47 – 4,11; nilai indeks tarik lembaran pulp antara 42,12 – 47,76 Nm/g; nilai indeks sobek lembaran pulp antara 4,67 – 7,15 mN.m2/g; dan nilai indeks jebol lembaran pulp antara 3,59 – 3,71 KPa.m2/g. Dari pengujian pulp yang dihasilkan menunjukkan bahwa faktor lama pemasakan berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen dan berpengaruh nyata pada parameter bilangan kappa dan indek sobek. Faktor konsentrasi alkali aktif berpengaruh sangat nyata pada parameter rendemen, bilangan kappa, dan indeks sobek. Terdapat interaksi faktor lama pemasakan dan alkali aktif terhadap parameter indek sobek.
In order to provide an additional alternative raw material for pulping industry, a study on the possibility for utilizing balsa (Ochroma piramidale) as a pulp material had been conducted. A tree known as a pioneer species, which it can grow rapidly and has short rotation. Three years old balsa wood, obtained from Lumajang, East Java, was pulped by using sulfate process. A Completely Randomized Design with two factors was applied in this study. The first factor was Cooking period, compounds from three different levels: 60 minutes, 90 minutes, and 120 minutes. The second factor was active alkali concentration, compounds from two different levels: 16% and 18%. The results of research showed that O. piramidale was appropriate to be used for making pulp with sulphate process as it gave yield ranged from 27,42 – 44,05 %; kappa number ranged from 10,47 – 4,11; tensile strength ranged from 42,12 – 47,76 Nm/g; tear strength ranged from 4,67 – 7,15 mN.m2/g; and bursting strength ranged from 3,59 – 3,71 Kpa.m2/g. The pulp testing showed that cooking period significantly influenced the yield and influenced kappa number as well as tear strength. On the other hand, the alkali concentration significantly influenced the yield, kappa number and tear strength of pulp. There was founded interaction between cooking period and active alkali concentration to the kappa number.
Kata Kunci : pulp, Ochroma piramidale, proses sulfat, lama pemasakan dan konsentrasi alkali aktif