RELASI ANTARA KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DESA PASEBAN DENGAN INTERAKSI TERHADAP SUMBERDAYA HUTAN
FARIS ARDIKA, Bowo Dwi Siswoko, S.Hut, M.A.
2014 | Skripsi | MANAJEMEN HUTANSumberdaya hutan dan manusia yang berada disekelilingnya memiliki hubungan erat dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi yang terjadi antara keduanya bertujuan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidup manusia. Perilaku manusia dalam berinteraksi juga dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh kearifan lokal yang tercipta di lingkungan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada, mengetahui interaksi masyarakat terhadap sumberdaya hutan disekitarnya, serta memahami relasi yang terjadi antara kearifan lokal dengan interaksi masyarakat. Penelitian dilakukan di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.Pemilihan Desa Paseban sebagai lokasi penelitian dikarenakan masyarakat Desa Paseban memiliki kearifan lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi, terutama ajaran yang ditinggalakan oleh Sunan Pandanaran/Bayat. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada informan, dibantu dengan panduan interview. Informan kunci menjadi awal mula pengambilan data, kemudian proses pengambilan data mengalir menuju ke informan lain yang direkomendasikan oleh informan sebelumnya. Analisis menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, kearifan lokal yang ada di Desa Paseban antara lain; warisan budaya kerajinan keramik dan gerabah, upacara tahunan haul Sunan Bayat, Pemanenan pohon di areal makam yang hanya boleh untuk kepentingan umum, dan kesakralan area makam Sunan Bayat. Interaksi masyarakat terhadap sumberdaya hutan antara lain; pengambilan tanah liat dan kayu kecil, pengambilan hijauan makanan ternak, berjualan disekitar area makam yang didalam hutan. Dari kearifan lokal ada dan interaksi yang terjadi, terdapat relasi antara keduanya. Kearifan lokal memiliki pengaruh untuk membuat masyarakat melakukan interaksi terhadap sumberdaya hutan, seperti contoh pengambilan tanah liat dan kayu kecil yang digunakan untuk bahan baku pembuatan keramik dan gerabah.
Forest resource and human around it has close relationship in daily life. Interaction that has occurred between them has purpose to fulfill human needs. Human behavior when interacts is also influenced directly or indirectly by local wisdom which is generated by its community. Therefore, this research had objectives to identify local wisdom forms, identify interaction between community and forest resource, and understand relationship between local wisdom and community interaction. The research was conducted in Paseban Village, Bayat Sub-district,,Klaten Regency. Paseban Village has chosen as research location because Paseban Village community has local wisdom which generated from its ancestor, especially the wisdom from Sunan Bayat/Pandanaran. Data collection is done through depth interview to specific informant assisted by interview guide. Key informant is the initial step. Subsequently, it continues to next informant which is recommended by previous informant. Data analysis is using qualitative approach and descriptive method. According to research result, local wisdoms that are known in Paseban village are ceramic and pottery craft cultural heritage, haul SunanBayat annual ceremony, timber harvesting around cemetery area which purpose is limited to public interest, and the sacred of Sunan Bayat cemetery. Several community interactions with forest resource which is known in Paseban Village are clay and small timber collecting, fodder collecting, and selling activity in cemetery area around the forest. Based the local wisdom and the interaction that has occurred, it is noticed that they have relation. Local wisdom has influence to encourage community conduct interaction to the forest resource such as: clay and small timber collecting as raw material to produce ceramic and pottery.
Kata Kunci : kearifan lokal, interaksi, masyarakat, sumberdaya hutan