SIFAT ANATOMI DAN MEKANIKA BAGIAN KAYU SENGON SEHAT YANG POHONNYA MENUNJUKKAN GEJALA KARAT TUMOR DI CANGKRINGAN, YOGYAKARTA
M. FAHRUDIN, Dr. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut, M.Agr
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL HUTANPohon sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) tergolong jenis pohon cepat tumbuh (fast growing species) sehingga dapat dipanen dalam waktu 5 – 8 tahun. Pengusahaan hutan sengon, baik berupa hutan milik atau hutan negara, tidak terlepas dari gangguan berbagai jenis penyakit salah satunya yaitu penyakit karat tumor (gall rust). Penyakit gall rust merupakan salah satu penyakit yang berbahaya pada tanaman sengon saat ini di Indonesia yang disebabkan oleh jamur Uromycladium tepperianum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cara perkembang biakan dan letak aksial terhadap sifat anatomi dan mekanika kayu sengon (F. moluccana) yang terserang jamur U. tepperianum penyebab penyakit karat tumor. Bahan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kayu Sengon yang terserang jamur U. tepperianum penyebab penyakit karat tumor yang tumbuh di Cangkringan, Selman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan dua faktor yaitu asal perkembang biakan dan letak aksial (penelitian laboratorium). Pohon sengon yang berasal dari trubusan maupun dari biji keduanya menunjukkan gejala karat tumor. Sengon yang berasal dari permudaan trubusan menunjukkan gejala karat tumor pada bagian pangkal batang dan sengon yang berasal dari biji menunjukkan gejala karat tumor pada bagian ranting. Parameter yang diamati adalah anatomi kayu yang meliputi parameter dimensi serat dan proporsi sel serta mekanika kayu. Hasil penelitian dengan menggunakan pohon sengon yang berasal dari permudaan biji dan trubusan yang tumbuh di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta menunjukkan bahwa sistem permudaan dari kayu sengon yang pohonnya menunjukkan adanya gejala karat tumor berpengaruh nyata pada sifat anatomi yaitu pada tebal dinding sel dan proporsi sel pembuluh pada arah aksial pohon berpengaruh nyata pada sifat anatomi meliputi panjang serat,tebal dinding sel dan proporsi sel pembuluh serta keduanya tidak berpengaruh nyata pada sifat mekanika kayunya.
Sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) is a fast growing species with short harvested period between 5 – 8 years. The cultivation of Sengon, either forest society or forest state can be infected by various disease and one of them is gall rust disease. Gall rust is kind of dangerous disease in Indonesia currently on sengon caused by fungi Uromycladium tepperianum. The aim of this study was to investigate the influence of regeneration and axial position towards anatomical and mechanical properties of Sengon (F. moluccana) infected by fungi U. tepperianum cause gall rust disease. This research used Sengon grown in Cangkringan, Yogyakarta that infected by gall rust disease. This research used Completely Randomized Design (CRD) with two factors are regeneration and axial position observe at laboratory. Both of Sengon’s materials are from coppice regeneration and seed regeneration that infected by gall rust disease. The position of gall rust disease of sengon from coppice is on base stem and on branch for sengon from seed regeneration. Observed parameters in this research are anatomical properties are fiber dimension and cell proportion parameter and also mechanical properties. The result of experiment with sengon from seed and coppice regeneration grown in Cangkringan, Yogyakarta shown that seed regeneration of sengon infected by gall rust disease influence on anatomical properties are cell wall thickness and vessel element while axial position of sengon influenced on anatomical properties are fiber length, cell wall thickness and vessel element and both of them was not infected on mechanical properties
Kata Kunci : Sengon, Karat Tumor, Anatomi dan Mekanika, Permudaan