PENANGANAN PRA-BENCANA BANJIR LAHAR DINGIN OLEH PT TAMAN WISATA CANDI BOROBUDUR, PRAMBANAN, DAN RATU BOKO (Studi Kasus: Kali Opak, Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, DIY)
ZINKA SEPTIA SAPUTRI, Dr. Agus Pramusinto
2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Tugas akhir ini akan menguraikan kemampuan manajerial dan koordinasi yang dilakukan oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko dalam menghadapi resiko bencana banjir lahar dingin yang disebabkan erupsi merapi 2010, dimana kemampuan tersebut dinilai pada masa pra-bencana. Tugas akhir ini akan berguna sebagai pedoman bagi pengelola, peneliti-peneliti, serta para pembaca dalam menghadapi bencana alam serupa. Tugas akhir ini berpendapat bahwa pengelola Taman Wisata Candi Prambanan berperan penting dalam menjaga kelangsungan pariwisata dari bencana yang mengancam kompleks TWC Prambanan. Pengelola bertanggungjawab untuk meminimalisir kerentanan yang dimiliki dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengurangi dampak bencana. Informasi didapatkan dari artikel, media elektronik, dan wawancara dengan pihak unit pengelola TWC Prambanan. Tahap pra-bencana membutuhkan aspek mitigasi dan kesiapsiagaan, dimana dalam setiap tahapan tersebut dibutuhkan komunikasi yang efektif dan efisien guna mendukung penyampaian informasi yang dapat cepat diterima dan ditanggapi. Tahapan pelaksanaan/prosedur penanggulangan bencana menjadi hal yang sangat penting dalam tahap pra-bencana, hal ini perlu dibuat dalam manajemen perusahaan agar dalam menghadapi bencana serupa, masing-masing sudah mengetahui peranannya, apa yang harus dilakukannya, dan bagaimana cara menyelamatkan diri dari bencana yang terjadi. Tugas akhir ini mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh pengelola dalam menghadapi pra-bencana banjir lahar dingin. Tugas akhir ini tidak hanya memaparkan langkah apa yang dilakukan pengelola, tetapi juga kekuatan dan kelemahan dari langkah tersebut. Kelemahan yang dimiliki dapat diperbaiki dengan menerapkan manajemen pra-bencana yang sesuai dengan prosedur penanggulangan bencana.
This undergraduate thesis/final project will elaborate the managerial ability and the coordination conducted by PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko in the face of cold lava flood risk caused by the eruption of Merapi in 2010, the abilities is valued during pre-disaster phase. This final project will be useful for the company, researchers, and readers in the face of similar natural disaster. This final project thought that Prambanan Temple Tourism Park plays an important role to keep the continuity of tourism from disaster that threatened the complex of TWC Prambanan. Managers must be responsible for minimizing the vulnerability by do some coordination with another stakeholders to reduce the impact of disasters. Information obtained from the article, electronic media, and interview with the unit manager of TWC Prambanan. Pre-disaster phase need mitigation and preparedness aspect, where in each stage of the communication needed to support the effective and efficient delivery of information that can be received and responded quickly. Stage of implementation/disaster management procedures become very important thing in pre-disaster phase, this need to be made in the management of the company to face the similar natural disaster, each already knows the role, what they should do, and how to save themselves from the disaster occur. This final project is describe the steps taken by the management in the face of pre-disaster clod lava flood. This final project is not only explain what steps do by the manager of TWC Prambanan, but also strengths and weakness from that steps. Weakness can be corrected by applying a pre-disaster management in accordance with the procedures of disaster management.
Kata Kunci : Manajemen Bencana, Bencana Alam, Resiko Bencana, Mitigasi, Kesiapsiagaan