Laporkan Masalah

MANAJEMEN ASET (TANAH DAN BANGUNAN) PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TAHUN 2012

Dimas Viva Nugraha, Dr. Muhammad Edi Purnawan, MA.

2014 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Sejak pelaksanaan otonomi daerah pemerintah daerah harus mampu berkreatifitas dalam mengatur daerahnya dan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Aset adalah salah satu sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah dan salah satu sumber pendapatan asli daerah. Diperlukan manajemen aset yang baik sehingga aset tersebut dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi Pemerintah Kota Balikpapan, namun manajemen aset Pemerintah Kota Balikpapan belum berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari opini BPK wajar dengan pengecualian dari tahun 2010-2012 dan aset menjadi salah satu unsur yang mendasari opini tersebut. Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan aset, Pemerintah Kota Balikpapan membuat program dan mengalokasikan anggaran untuk pemetaan aset tanah dan bangunan yang dimiliki, namun sejak tahun 2009-2012 kegiatan tersebut belum terlaksana.Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan menyusun data atribut dan memetakan aset tanah dan bangunan Pemerintah Kota Balikpapan untuk membangun basis data yang terintegrasi dalam Sistem Infomasi Geografis (SIG) serta menganalisis optimalisasi pemanfaatan aset PON XVII Kalimantan Timur yang terdapat pada wilayah yang menjadi objek penelitian menggunakan teknik overlay. Alat analisis yang digunakan adalah ArcView GIS 3.3 dengan peta dasar adalah peta citra satelit quick bird tahun 2010 Hasil dari penelitian ini adalah basis data yang terdiri dari data grafis (menampilkan aset per wilayah kelurahan dalam bentuk peta) dan data atribut (keterangan aset) untuk mewujudkan manajemen aset tidak begerak (tanah dan bangunan) dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Basis data yang terintegrasi dalam sistem informasi geografis ini mampu menampilkan informasi terbaru baik spasial atau non spasial secara bersamaan sesuai dengan data atribut yang telah disusun, sehingga informasi yang disampaikan dapat lebih cepat, akurat, efektif, efisien dan sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah khususnya sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan yang berhubungan dengan aset. Untuk aset PON XVII Kalimantan Timur masih dapat dimaksimalkan pemanfaatannya dan aset lahan kosong yang berdampingan memiliki potensi ekonomis untuk dikembangkan.

Since the implementation of decentralization, local government should be able to increase their creativity to organize their area and maximize resources. An Assets is one of resources that owned by local government and one of the local revenue sources. Good asset management is needed so that those assets can provide a maximum contribution to Government of Balikpapan City. However , local government asset management did not run well. This can be seen from BPK opinion in 2010-2012 which was WDP and assets become one of the elements underlying the opinion. To improve quality management assets, Government of Balikpapan City create a program and allocated budget for mapping immovable assets (land and buildings), but that program did not implemented since 2009 until 2012. Based on that problems, this research was aimed to arrange the government attribute data and mapping assets land and buildings of Balikpapan City to build integrated database in Geographic Information System (GIS) and analyze the optimal utilization of assets of PON XVII East Kalimantan, which is located on research area and use overlay technique. The analysis uses ArcView GIS 3.3 with a quick bird satellite image map 2010 as a base map. The results of this research is a database which consists of graphical data (showing assets in the map form based on urban region) and attribute data (information of the assets) to create immovable asset management (land and buildings) using Geographic Information System (GIS). A database that integrated in geographic information system is able to display the latest information both spatial or non-spatial at the same time according attributes data that has been arranged. Furthermore, information can be delivered in a fast, accurate, effective, efficient and extremely beneficial way to the local government especially as a consideration in making policy related to assets. While asset utilization of PON XVII East Kalimantan can be maximized and empty land assets nearby have economic potential to be developed.

Kata Kunci : aset, aset tidak bergerak, tanah dan bangunan, Sistem Informasi Geografis (SIG), manajemen aset


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.