SILVIKULTUR BERBASIS PENDEKATAN CASM UNTUK PERUMUSAN STRATEGI PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN KAYU PUTIH DI RPH GUBUGRUBUH, BDH PLAYEN, KPH YOGYAKARTA
PANDU YUDHA A.P.W, Dr. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P.
2014 | Skripsi | KEHUTANANPengelolaan hutan tanaman kayu putih di RPH Gubugrubuh menghadapi permasalahan serius terkait penurunan produktivitas. Permasalahan ini disebabkan karena adanya area tanah kosong dan jumlah tegakan yang tidak optimal. Guna mengatasi permasalahan tersebut, silvikultur memiliki peranan penting untuk dapat merumuskan strategi pengelolaan yang tepat.Perumusan strategi silvikultur dalam kegiatan pengelolaan hutan membutuhkan serangkaian data dan informasi yang memadai sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi silvikultur pengelolaan hutan tanaman kayu putih di RPH Gubugurubuh. Metode yang digunakan adalah pendekatan sistem berbasis CASM. Pendekatan CASM merupakan suatu metode perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan berbasis sistem yang mengintegrasikan antara aspek biofisik dan aspek sosial. Hasil dari analisis CASM kemudian digunakan untuk merumuskan strategi silvikultur dalam pengelolaan hutan tanaman kayu putih dengan menggunakan skema LFA (Logical Framework Analysis) Hasil penelitian ini menunjukkan kawasan hutan tanaman kayu putih di RPH Gubugrubuh memiliki 10 ragam LMU (Land Mapping Unit). 3 LMU termasuk dalam kategori area tanah kosong dengan luas total mencapai 109 ha. Sedangkan, pada 7 LMU lainnya terdapat tegakan kayu putih dengan kerapatan yang relatif rendah < 2.500 pohon per ha. Kondisi ini disebabkan oleh 5 faktor mendasar yaitu adanya konflik sosial, penurunan produktivitas tanaman semusim, belum adanya montoring tanaman secara periodik, belum adanya ketetapan daur optimum, dan pemahaman silvika kayu putih yang terbatas. Adapun, strategi silvikultur yang dapat diterapkan adalah melalui optimasi pola tanam yang mengkombinasikan antara pengembangan kelembagaan dan teknik silvikultur intensif.
Management of kayu putih plantation in RPH Gubugrubuh has serious problem about productivity decreased. The problem caused by the presence of vacant land area and a low stand density. In order to solve this problem, silviculture has important contribution to make visible management strategy. Making strategy of silviculture in forest management requires amount of data and infomation that sufficient for used as materials in decision making proces. This study is purposed to make silviculture strategy for management of kayu putih plantation in RPH Gubugrubuh. The method used is system approach based on CASM. CASM approach is a forest and land rehabilitation planning methods based on system that consider biophyscial and social aspects. The results of CASM analysis used to make silviculture strategy for management of kayu putih plantation through scehme of LFA (Logical Framework Analysis) The results of this study showed that kayu putih plantation area in RPH Gubugrubuh has 10 variation of LMU (Land Mapping Unit). 3 LMU include to vacant land area with summarized about 109 ha. But, the others 7 LMU have a low stand density < 2.500 trees per ha. This condition is caused by five fundamental factors are social conflict, declining productivity of crops, the lack of monitoring plant periodically, the lack of provision of optimum cycle and understanding silvika eucalyptus limited. Meanwhile, silvicultural strategies that can be implemented is through the optimization of cropping patterns that combine institutional development and intensive silvicultural techniques.
Kata Kunci : Kayu Putih, Produktivitas, CASM, Strategi Silkultur