Laporkan Masalah

PENGARUH MASA INKUBASI VINASE DAN TAKARAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH (Capsicum annuum L.)

DANNAR NUR FATHINI, Ir. Sriyanto Waluyo, M.Sc

2014 | Skripsi | AGRONOMI

Vinase merupakan limbah cair yang dihasilkan dari proses pembuatan ethanol. Semakin banyak Ethanol yang diproduksi akan semakin banyak pula limbah yang dihasilkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama inkubasi vinase dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah (Capsicum annuum L.) varietas Branang. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Tri Dharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dari bulan Oktober 2012 hingga Februari 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah masa inkubasi vinase yang terdiri atas 5 aras yaitu tanpa vinase (kontrol), inkubasi vinase 5 hari, 10 hari, 15 hari, dan 20 hari. Faktor kedua adalah dosis pupuk KCl yang terdiri atas 3 aras yaitu tanpa KCl, dosis KCl 125kg/ha, dan dosis KCl 250kg/ha. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%. Apabila perlakuan menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95%. Untuk mengetahui hubungan diantara perlakuan digunakan metode statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan inkubasi vinase hingga hari ke 20 tidak meningkatkan derajat kemasaman vinase, kandungan nitrogen, phosfor, kalium dan bahan organik vinase. Pemberian vinase yang telah diinkubasi dapat meningkatkan luas daun dan bobot kering total panen dibandingkan tanpa vinase tetapi tidak meningkatkan hasil cabai merah. Pemberian pupuk KCl 125kg/ha atau 250 kg/ha tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai merah secara signifikan dibandingkan tanpa pupuk KCl.

Vinasse is liquid waste from ethanol production. Amount of Vinasse is increased as much as ethanol product. This research aims to observe the effect of vinasse incubation and potassium fertilizer on growth and yield of red chili (Capsicum annuum L.) Branang variety. This research had been conducted in the TriDharma farmstation, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta from October 2012 to February 2013. This research was arranged in Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was vinasse incubation which five levels were: no incubation, 5 days incubation of vinasse, 10 days, 15 days and 20 days. The second factor was potassium fertilizer rate which were three level without potassium fertilizer, 125 kg/ha of potassium fertilizer and 250 kg/ha potassium fertilizer. The experiment was 15 units with 3 replications. Data were analyzed by using variance analysis (ANOVA) with 95% significant level. If there were significant differences followed by DMRT (Duncan Multiple Range test) with a confidence level of 95%. Relation between 2 factors was analyzed by correlation analysis. The results of this experimental showed that incubation of vinasse till 20th days did not increases of pH, amount of nitrogen, phosphor, potassium and organic matter of vinasse. Vinasse which had been incubated increased leaf area, and plant dry weight, but it didn’t to yield crops. Either potassium fertilizer dosage 125 kg/ha and 250kg/ha or without potassium fertilizer did not give significantly effect on plant growth and yield of red chili.

Kata Kunci : Vinase, inkubasi, KCl, cabai merah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.