KAJIAN ACID NEUTRALIZING CAPACITY PADA MATAAIR KARST NGELENG, PURWOSARI, GUNUNGKIDUL
HENDY FATCHUROHMAN, Dr. Tjahyo Nugroho Adji, M.Sc.Tech.
2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKondisi permukaan kawasan karst yang kering menyebabkan keberadaan mataair memiliki peranan yang sangat penting. Mataair Ngeleng merupakan salah satu mataair terbesar di Desa Giritirto dengan tingkat pemanfaatan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kapasitas penetralan asam pada Mataair Ngeleng, Purwosari, Gunungkidul. Secara lebih rinci penelitian ini bertujuan untuk : mengetahui hubungan antara aliran dengan kandungan Ca2+ dan HCO3- di Mataair Ngeleng; mengetahui variasi temporal kapasitas penetralan asam dalam bentuk HCO3- pada Mataair Ngeleng; dan Mengetahui perbandingan karakter kapasitas penetralan asam yang keluar melalui mataair dan melalui rembesan. Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diantaranya data debit, curah hujan, Ca2+, HCO3-, suhu, pH pada mataair dan rembesan. Data curah hujan dan tinggi muka air dikumpulkan dengan menggunakan pencatat curah hujan dan pencatat tinggi muka air otomatis. Sedangkan data Ca2+, HCO3-, suhu, dan pH diambil secara sitematis selama 24 jam dengan jeda waktu pengambilan setiap 2 jam sekali. Sampel diambil dengan memperhatikan perbedaan musim sehingga dapat dibandingkan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, grafis, komparatif, dan regresi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara debit dan kandungan kalsium dalam air pada musim penghujan sangat rendah (r2 = 0,0068), dan rendah pada musim kemarau (r2 = 0,3026). Hubungan debit dengan bikarbonat (HCO3-) baik pada musim kemarau maupun penghujan masuk dalam kategori sangat rendah (r2 = 0,0342 dan 0,0341). Rentang nilai bikarbonat pada musim penghujan yang mewakili kapasitas penetralan asam lebih bervariasi dibandingkan musim kemarau karena fluktuasi debit yang lebih tinggi. Aliran diffuse mendominasi total aliran yang menyuplai debit Mataair Ngeleng dengan persentase aliran dasar (PAD) mencapai 81.06 %. Nilai parameter pH, Ca2+, HCO3-, dan suhu pada mataair lebih tinggi daripada nilai yang terukur pada rembesan menunjukkan adanya proses interaksi air dengan batuan karbonat.
Barren condition in karst area surface make the existence of the springs very important and priceless. Ngeleng Spring is one of the several large springs in Giritirto village with intensive usage. This research aims to determine the characteristic of Acid Neutralizing Capacity (ANC) in Ngeleng Spring, Purwosari Sub District, Gunungkidul Regency. Concerning to those conditions this research aims to : determine the correlation between discharge and calcium concentration in the water; characterize seasonal variation of acid neutralizing capacity in bicarbonate form (HCO3-); and comparing the ANC characteristic that emerge between the spring and seepage. Several data collected for this research e.g. spring discharge, rainfall, calcium, bicarbonate, temperature, pH, both from the spring or seepage. Rainfall and water level data collected using automatic water level logger and automatic rainfall logger. Meanwhile, calcium, bicarbonate, temperature, and pH data taken systematically for 24 hours with 2 hours interval. Samples taken in different season in order to compare the results from each season. Analysis that used in this research are descriptive, graphical, comparative, and correlation-regression analysis. The results shows that the correlation between spring discharge and calcium concentration in rainy season was very low (r2 = 0,0068), and low class in the dry season (r2 = 0,3026). Correlation between spring discharge and bicarbonate (HCO3-) is classified in very low chategory both in rainy and dry season. In rainy season, bicarbonate range value that represent the Acid Neutralizing Capacity has more variation than dry season. This could be happened because discharge variation in rainy season has more fluctuation. Diffuse flow dominating total discharge with Diffuse Flow Proportion (PAD) reach 81.06 %. Value of the other parameters such as pH, Ca2+, HCO3-, and temperature from the spring recorded in higher concentration than value from seepage. This result shows that water-rock interaction processes occurs.
Kata Kunci : Mataair karst, kapasitas penetralan asam, PAD, interaksi air-batuan karbonat