Laporkan Masalah

TANGGAPAN PERTUMBUHAN TEBU MUDA (Saccharum officinarum L.) TERHADAP SERANGAN LARVA Lepidiota stigma Fabricius

FAJAR ARIF EKO WIBOWO, Prof. Dr. Ir. Tohari, M.Sc.

2014 | Skripsi | AGRONOMI

Larva perusak akar Lepidiota stigma Fabricius merupakan salah satu hama yang menjadi kendala dalam produksi gula pada tanaman tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman tebu yang terserang larva perusak akar pada umur 9, 11, dan 13 minggu dan membandingkan serangan larva perusak akar terhadap pertumbuhan tanaman tebu muda dengan yang lebih tua. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Penelitian dilakukan dengan menggunakan larva Lepidiota stigma F. instar kedua yang diaplikasikan pada 3 macam umur tanaman tebu (9, 11, dan 13 minggu) dan kontrol yang tidak diberi larva. Pengujian dilakukan dengan menginfestasikan 1 ekor larva pada tiap ember yang ditanami bibit tebu. Pengamatan dilakukan seminggu sekali mulai tanaman berusia 0 hari (sebelum pemberian larva) hingga minggu kelima setelah aplikasi. Hasil percobaan menunjukkan berat kering tajuk tanaman tetap meningkat sedangkan pertumbuhan berat kering akar tanaman tebu mengalami penurunan hingga akhirnya meningkat kembali di akhir umur pengamatan. Hal tersebut disebabkan larva perusak akar sedang memasuki fase instar ketiga, sehingga membutuhkan sedikit makanan. Jumlah berat kering akar yang dimakan oleh larva L. stigma selama periode instar kedua pada umur 9, 11, dan 13 minggu berturut-turut ialah 5,61, 6,08 dan 5,56 g. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perusakan akar oleh larva L. stigma tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tajuk tanaman tebu dan penanaman tebu yang lebih cepat dapat meminimalisir kerusakan akar tebu.

One of the obstacle to get high production of sugarcane is white grub attack (Lepidiota stigma Fabricius). The aims of this research are to find the sugarcane growth that attacked by white grub and comparing the attack of white grub in between young and the older plant. This research was conducted in green house used completely randomized design. This research used second phase larva of white grub and it was applied in three kinds of sugarcane plant ages (9, 11, and 13 lifespan weeks) and the checked treatment (without white grub application). This research test conducted by releasing one white grub in every single pot that has been planted a young sugarcane plant before. The plant was observed from t=0 (before application) until 5 weeks after application. The results showed that sugarcane shoot still can growth well but dry root mass decreased and increased in the end of observation week. Sugarcane shoot still can growth well because of white grub attack did not influence a lot in sugarcane growth and dry root mass increased in the end of observation week because the white grub in change phase to be third phase so it did not need eat too much. White grub ate amount 5.75 g of dry mass root in 5 weeks. The conclusions are white grub did not influence a lot in sugarcane shoot growth and planting sugarcane early can minimize of sugarcane damage.

Kata Kunci : larva perusak akar (Lepidiota stigma F.), pertumbuhan tanaman, tebu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.