ANALISIS CURAH HUJAN UNTUK PENDUGAAN DEBIT PUNCAK DENGAN METODE RASIONAL (Studi Kasus di Kawasan Hulu DAS Bengawan Solo, Jawa Tengah)
ROFYAN ANDRIANSYAH, Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M.Sc.
2014 | Skripsi | TEKNIK PERTANIANHujan adalah komponen masukan penting dalam proses hidrologi. Karakteristik hujan diantaranya intensitas, durasi, kedalaman dan frekuensi. Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data curah hujan, data tata guna lahan dan luas DAS. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian di sub DAS Temon dan Wuryantoro. Curah hujan harian dihitung dengan analisis frekuensi yang dimulai dengan menentukan curah hujan harian maksimum rata-rata. Curah hujan maksimum rata-rata digunakan untuk menghitung parameter statistik untuk memilih distribusi yang paling tepat di sub DAS Temon dan Wuryantoro. Intensitas hujan dihitung dengan menggunakan metode Mononobe berdasarkan kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun dan 50 tahun. Dari hasil perhitungan yang dilakukan diketahui bahwa distribusi yang cocok untuk sub DAS Temon dan Wuryantoro adalah distribusi normal. Perkalian antara koefisien limpasan, intensitas curah hujan dan total luasan pengaliran digunakan untuk memperoleh debit puncak dengan metode rasional. Dengan metode rasional dihasilkan debit puncak untuk periode ulang 2, 5, 10, 20 dan 50 tahun di sub DAS Temon masing – msing sebesar 125,262 m3/detik, 150,963 m3/detik, 164,426 m3/detik, 175,440 m3/detik, 187,985 m3/detik dan untuk sub DAS Wuryantoro masing – masing sebesar 60,886 m3/detik, 78,189 m3/detik, 87,209 m3/detik, 94,588 m3/detik, 102,993 m3/detik.
Rainfall is the most important input component in the hydrologic process. Some of rainfall characteristics, are rainfall intensity (I), duration (t), depth (d) and frequency. Data used in this research comprised of rainfall, land use data and catchment area. The data of rainfall used were daily rainfall in Temon and Wuryantoro. In the research, daily rainfall depth was calculated using frequency analysis, which was started by determining the daily maximum mean rainfall. The daily maximum mean rainfall was used in calculating the statistical parameter to choose the best distribution in Temon and Wuryantoro catchment. Intensity could be calculated by Mononobe method based on return period 2 years, 5 years, 10 years, 20 years and 50 years. The result found in Temon and Wuryantoro was the Normal distribution. Multiplication among runoff coeficient, rainfall intensity and the area of watershed were used to obtain peak discharge with the rational method. Result indicated tahat the peak discharge in Temon watershed for the return periods of 2 years, 5 years, 10 years, 20 years and 50 years were 125,262 m3/second, 150,963 m3/second, 164,426 m3/second, 175,440 m3/second, 187,985 m3/second, respectively. For Wuryantoro watershed were 60,886 m3/second, 78,189 m3/second, 87,209 m3/second, 94,588 m3/second, 102,993 m3/second, respectively.
Kata Kunci : Sub DAS Temon, Sub DAS Wuryantoro, Curah hujan, debit puncak, metode rasional