PENGARUH PEMBATASAN PAKAN DENGAN PEMUASAAN DARI UMUR DUA SAMPAI TUJUH MINGGU TERHADAP SENSORIS DAN KANDUNGAN KIMIA DAGING ITIK TURI JANTAN
MUHAMMAD WILDAN ADI NUGROHO, Dr. Ir. Setiyono, SU.
2014 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan sensoris itik Turi jantan yang diberi perlakuan pemuasaan pada umur 2 sampai 7 minggu. Sebanyak 75 ekor itik Turi jantan umur 2 minggu dibagi secara acak menjadi 5 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor itik. Perlakuan pemuasaan adalah P0 (pemberian pakan ad libitum), P1-25 (pemuasaan 1 hari/minggu umur 2 sampai 5 minggu), P2-25 (pemuasaan 2 hari/minggu umur 2 sampai 5 minggu), P1-27 (pemuasaan 1 hari/minggu umur 2 sampai 7 minggu), P2- 27 (pemuasaan 2 hari/minggu umur 2 sampai 7 minggu). 5 kelompok itik diberikan perlakuan pakan sesuai dengan standar kebutuhan yang direkomendasikan NRC dan air minum diberikan secara ad libitum selama 7 minggu. Data yang diambil meliputi kadar lemak, protein, air dan abu serta sensoris daging yang meliputi warna daging, tekstur, flavor, keempukan, rasa dan daya terima. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi pola searah kemudian dilanjutkan dengan uji Ortogonal Qontras dan untuk data sensoris dianalisis dengan metode statistik non parametric kruskal walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuasaan berpengaruh signifikan terhadap kadar lemak daging, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap protein, air, abu serta sensoris daging. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemuasaan memperbaiki kualitas daging itik Turi. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan pemuasaan 2 hari seminggu umur 2 sampai 7 minggu.
This study was conducted to evaluate the effect of skip a day and skip two days feeding on performance of male Turi duck age 2 to 7 weeks. A total seventy five male Turi ducks two week of age were randomly assigned into 5 treatments P0, P1-25, P2-25, P1-27 and P2-27. The treatment of P0 was fed ad libittum, P1-25 was skip-a-day feeding every week for 2 until 5 week, P2-25 was skip-two-days feeding every week for 2 until 5 week, P1-27 was skip-a-day feeding every week for 2 until 7 week, P2-27 was skip-two-days feeding every week for 2 until 7 week. The 5 duck groups fed the treatment diets which was formulated with nutrient requirement of National Research Council recommendation and water consumption ad libitum until 7 week. The data collected were lipid composition, dry matter composition, protein composition, ash composition and sensory of Turi’s meat. Data were analyzed by analysis of variance followed by contrast orthogonal and data sensory analyzed by non parametric statistik kruskal walls.The result showed that skip feeding had a significant effect on lipid composition (P<0,05), but not on dry matter, protein composition and sensory of Turi’s meat (P>0,05). it can be concludId that skip-a-day feeding can be better performance on male Turi duck. The best performance obtained on P2-25 (skip-two-days feeding every week for 2 until 5 week).
Kata Kunci : Pembatasan pakan, pemuasaan, sensoris dan kandungan kimia, itik Turi jantan