Laporkan Masalah

ANALISIS KELEMBAGAAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA GETAS, KECAMATAN PLAYEN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

MARIA DEWI PERMATASARI, Bowo Dwi Siswoko, S. Hut., M.A.

2014 | Skripsi | MANAJEMEN HUTAN

Kerusakan hutan yang tidak sebanding dengan upaya perbaikan hutan menjadikan kawasan hutan semakin rusak. Disamping itu kondisi ekonomi masyarakat yang rendah telah mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menyikapi sumberdaya alam. Program Hutan Kemasyarakatan (HKm) bertujuan untuk melestarikan hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kelembagaan merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan hutan kemasyarakatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kelembagaan dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan, dinamika kelembagaan kelompok tani hutan, dan problematika yang dihadapi kelembagaan serta alternatif solusinya. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Gubugrubuh, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di petak 74 yang merupakan hutan produksi yang dicadangkan untuk hutan kemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan caraobservasi langsung, wawancaradan studi dokumen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling yaitu penentuan sampel mempertimbangkan kriteriakriteria tertentu yang telah dibuat terhadap obyek yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diketahui bahwa kelembagaan KTHKm Wana Lestari II secara keseluruhan memiliki sistem kelembagaan yang lengkap, baik menurut aspek kultural maupun struktural. Perkembangan atau dinamika kelembagaan terjadi secara struktural dan kultural. Secara struktural telah terbentuk kelompok yang terstruktur dan terorganisir serta tergabung ke dalam lembaga koperasi yang berbadan hukum. Kemudian secara kultural telah ada aturan dan sanksi secara tertulis, serta semakin taat akan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Problematika utama yang dihadapi kelembagaan yaitu terbatasnya dana untuk pengelolaan HKm dan pengembangan kelembagaan. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan kelembagaan dalam pengelolaan hutan di masa mendatang adalah pengembangan usaha mandiri dan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi untuk memajukan lembaga masyarakat ini.

Forest degradation which is not equal to the forest improvement effort is now getting damaged. Besides, the low economic conditions have affected people's behavior in dealing with natural resources. Program Hutan Kemasyarakatan (HKm) or Community Forest Programme aims to conserve forests and improve the welfare of the society. Institution is one of the important elements in supporting the successful implementation of social forest. This study aims to determine the institutional system in social forest management, institutional dynamics of forest farmer groups, and the problems faced by institution and the alternative solutions. This research was conducted in Gubugrubuh Hamlet, Getas Village, Playen Subdistrict, Gunungkidul Regency, pcecisely at pot 74 which is reserved for the production of forest community for social forestry. This study uses a quantitative approach with a survey method. The collecting of data is done by direct observation, interviews and document research. The technique of collecting sample is done by using purposive sampling; it isa sample determining which considers certain criteria that have been made to the object in accordance with the purpose of research. Based on the results of research and discussion, it can be seen that the institution KTHKm Wana Lestari II as a whole has the institutional system that is complete, according to both cultural and structural aspects. The development or institutional dynamics occur structurally and culturally. Structurally has formed a group that is structured and organized and incorporated into the cooperative institutions that are legal. Then culturally, there have been written rules and sanctions, as well as the more obedient to the prevailing values and norms in society. The main problems faced by the institution are the limitation of funds for HKm management and institutional development. Efforts that can be done to institutional development in forest management in the future are the development of independent business and cooperation with various agencies to advance the public institution.

Kata Kunci : kelembagaan, hutan kemasyarakatan, lembaga masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.