COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MANAJEMEN PROMOSI PARIWISATA DANAU TOBA SUMATERA UTARA
NOVA A.B. HUTAGALUNG, Nurul Dwi Purwanti S.I.P, MPA
2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Skripsi ini mengambil tema tentang Collaborative Governance dalam Manajemen Promosi Pariwisata Danau Toba Sumatera Utara. Pada dasarnya promosi adalah pilar penting dalam kegiatan kepariwisataan. Oleh karena itu maka kegiatan promosi adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan. Upaya promosi kepariwisataan Danau Toba menjadi tanggung jawab para stakeholders, tidak hanya terbatas pada tanggung jawab dari pihak pemerintah saja tetapi juga pihak swasta dan masyarakat sekitar kawasan Danau Toba. Hubungan kerjasama dari ketiga stakeholders tersebut dinamakan “collaborative governanceâ€. Pihak pemerintah dalam hal ini adalah Kantor Dinas pariwisata dan kebudayaan dari 7 kabupaten yang mengatur kawasan Danau Toba dan pihak swasta yaitu DMO (Destination Management Organization) dan PHRI (Perhimpunan pemilik Hotel Restoran Indonesia) serta masyarakat sekitar kawasan Danau Toba. Penelitian ini membahas mengenai kelemahan dan kelebihan dari setiap upaya promosi yang telah dilakukan oleh para staholders tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif dan mengacu pada data primer yang berisi hasil wawancara dari berbagai informan di pihak pemerintah, swasta dan masyarakat juga menggunakan data sekunder yang diambil dari situs web organisasi pemerintah daerah. Collaborative Governance yang dilakukan oleh pemerintah (Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan 7 kabupaten yang mengatur kawasan Danau Toba, swasta (DMO dan PHRI) dan masyarakat sekitar kawasan Danau Toba dalam mempromosikan pariwisata Danau Toba sudah mulai terjalin hanya saja pembagian peran kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat kurang seimbang sehingga masing-masing stakeholders memiliki jalannya masing-masing. Hal demikian sering menimbulkan konflik yang pada akhirnya upaya promosi belum berjalan dengan maksimal. Diharapkan skripsi ini mampu berkontribusi dalam memberikan pengetahuan umum kepada para pembaca untuk mengetahui perihal promosi pariwisata Danau Toba beserta dengan kendala yang masih ada hingga saat ini.
The tittle of this thesis is about Collaborative Governance in the Management of Tourism Promotion of Lake Toba in North Sumatra. Basically, promotion is an important pillar in tourism activities. Therefore, the activities of promotion is one thing to note. The responsibility of Tourism Promotion Management of Lake Toba is stakeholders, just not the responsibility of the government but also the private sector and the community around the area of Lake Toba. The relationship of the three stakeholder collaboration is called \\"collaborative governance\\". The government in this case is the Office of the tourism and culture of the 7 countries that govern the area of Lake Toba and the private sector, namely the DMO (Destination Management Organization) and the PHRI (owner of Hotel Restaurant Association of Indonesia) as well as the surrounding communities of Lake Toba region. This study discusses the advantages and disadvantages of each promotional efforts that have been made by the staholders . The method used in this study is use qualitative methods and refers to the primary data which contains interviews of various informants in government, the private sector also uses secondary data taken from the website of local government organizations. Collaborative Governance conducted by the government (The Office of Tourism and Culture 7 countires that govern the area of Lake Toba, private sector (DMO and PHRI) and the community around the area of Lake Toba. Lake Toba in promoting tourism had started only intertwined roles of collaboration between government, private and society less balanced so that each stakeholder has their own ways . Because of that ultimately promotional efforts have not been running at max.
Kata Kunci : Collaborative Governance, Manajemen Promosi, Pariwisata