Konsepsi Taoisme tentang kebajikan dan kontribusinya bagi terwujudnya masyarakat madani di Indonesia
WIDISUSENO, Iriyanto, Prof.Dr. H. Lasiyo, MA.,MM
2001 | Tesis | S2 FilsafatIJpaya peningkatan kepedulim terhadap persoalan etika di kalangan masyarakat Indonesia dewasa ini merupakan hal penting, karena bmga Indonesia kini sedang mengdami krisis multi dimensional sebagai akibat darnpak perkembangan global IPTEIC dan krisis dalam negeri yang berkepanjangan. Ujung dari krisis ini adalah krisis kemanusiaan. Sernentara proses refonnasi sedang bergulir dan blab mengbasilkan perubahan pada berbagai bidang kehidupan yang bermuara pada masa transisi budaya politik, yaitu peralihan dari masa sistem birokrasi kekirasaan ke masa sistern birokrasi kerakyatan. Dalam rnasa transisi ini timbul proses dernokratisasi masywakat civil yang mendorong terbukanya peluang kebebasan, keterbukaan, dan ruang gerak partisipasi politik seluruh anggota masyarakat. Dalam keadaan tnasyarakat seperti ini berpotensi bagi timbulnya gerakan-gerakan anarkhis, jika dalam kehidupan masyarakat tidak dilmdasi supremasi hukum dan penghargaan nilai-nilai moral. Pemberdayaan masyarakat menuj u masyarakat madmi membawa implikasi terhadap kebutuhnn penegakan hukurn dan penghargaan nilai-nilai nioral dalani proses demohi. Ajarai kebajikan taoisnie ixienjadi penting untuk dikaji manfaatnya bagi pengembangan moralitas kebidupan mas yarakat Indonesia sehingga pertumbuhan masyd-at mdani diharapkan dapat melalui proses dernokrasi yang beradab. Sebab dalam kebajikan Taoisme berisi sumber keutamaan hidup yang mengajarkan manusia untuk memilrki keseirnbangm hidup, kemwnian hati, kasih sayang sesama dan kesederhanaan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan. Bahan utama penelitian diambil dari buku sumber primer yang berkaitan dengan filasafkt taoisrne dan masyarakat madani. Proses penelitian ini berjalan sebagai berikut: (1) Pengumpulan data dan klasifikrrsi data menurut kategori relevansi, kontribusi dan urgensi, (2) melalui tafisir hermeneutik terhadap teks-tes yang berkaitan dengan konszpsi kebajikan, melakukan elhorasi eklektik dan mengkomprehensikan hasi! penafsiran ini ke dalam tema-tema pokok yang berperspektif kontributif bagi pengembangan masyarakat madani, (3) rnengidentifikasi persodan pokok bagi terwujudnya masyardcat madani, (4) menguji koherensi aspek internaldalm ajaran kebajikan Taoisme, ( 5 ) refleksi kontributif tentang ajaran kebajikan Taoisme ke dalam konteks pemberdayaan rnasyarakat mdani. Hail penelitian ini menemukan relevan6 beberapa ajaran kebajikan Taoisme dengan persodan rnasyarakslt mdani, yaitu (1) hidup harmoni dalam pluralitas kehidupan, (2) kesucian hdi dalam kehidupan demokmtis, (3) hidup secwawajm dalam budaya ;olitik dan (4) keadilan sebagai asas sripremwi. Impiementasi ajaran Taoisme hi mensyaratkan suatu tatanan kehidupan rnasyarakat yang demokratis berperadaban. Kernudian perlu rckonsiliasi antara birokrwi dm demohasi untuk menyamakan orientasi proses demokratisasi. Orientasi birokasi kepda penguasa harus ditinggalkan dan diganti dengan orientasi keyda rakyat. Kakyat hwus menempati posisi di driving seat dari perilaku bir-okra& sehinggd kepentirigan rakyat selalu menjadi basis dalam pengambilan keputusan birokrasi. Karena mengingat pentingnya daran Taoisme tentang kebajikan ini maka (1) Periu upaya vitalisasi nilai-nilai kebajikan kebajikan ke dalam proses pendidikan fornial, melalui pendidikm humaniord dan budi pekerti, (2) Penegakan supremasi hukum dilakukan sirnultan dengan penghargaan nilai-nilai moral, yang diawali dari para penegak hukum dan birokrat dapat menjalankan tugasnya dengan dilandasi nilai - nilai kesucian, keadilan keseimbangan dan kejujuran, (3) Pemerintah menciptakm sistem politik yang kondusif bagi pengembangan budaya demokrasi. Untuk itu pemerintah harus transparan dan bersih serta menciptakan kinerja pemerintahan yang baik, (4) Proses demokratisai selalo berorientai pada nilai-nilai kepribadmn bangsa indonesia dan kelcaryaan, ( 5 ) Perlu upaya rekonsiliasi antara birokrasi dan domokrasi dalam konteks birokrasi publik memiliki orientasi dan perilaku kondusif ddam pengembangan demokrasi baik ddam kegiatan pemerintahan maupun kehidupan masyarakat.
Recently, the most important effort to be enforced is improving awareness ethics matters through Indonesian people. This effort is usefbl to answer questions in the realm of multi-dimensional crisis as domestic crises and global science and technology development continue in which in turn a humanity crisis may reveal. Reform process continues having its turn and leads to changes in the whole living matters. This process may result in a political-cultural transition, a transformation of authority bureaucracy into mutual bureaucracy. Transition is the time when democratized civil society induces opportunities of freedom, openness, and wider space of political participation of the people: without any exeption. People mobilization towards civil society affects needs for law enforcement and appreciation to moral values in democratization. Taoism has become important to analyzed since it contain precision of human life in line with good order in which human is expected to have balance of life, pure innermost, common affectiodlove and low profile. This thesis uses library study. The main material is obtained fi-om primer source that is related to Taoism philosophy and civil society. The study is divided into 5 (five) broad processes. (1) data collection and classification on the base of relevance category, contribution category, and urgency category. (2) eclectical elabration and comprehension result in to the main themes that is contributive-perspective to civil society development. This can be performed by establishing hermeunetical interpretation on texts related to goodness concepts. (3) main idea identification for the purpose of civil society. (4) internal aspects coherence examination within Taoism Goodness teaching. (5) contributive reflection to the Taoism Goodness teaching into the context of the mobilization of the civil society. Result to be obtained fiom the study demonstrates sorts of Taoism goodness teaching in connection with civil society, such as (1) living in a harmony in the middle of life plurality, (2) purity of the heart (decent hindermost) within democracy atmosphere, (3) living in proper manner, whether it is culturally or politically and, (4; fairness as supremacy. The implementation of Taoism signals a construction of civilized. Democratic people. However, there must be a recpncile between bureaucracy orientation towards authority is no longer important values nowadays as it should be transformed into people-orientation bureaucracy. People derive to occupy driving seat of bureaucratic behaviour, then their needs shall be the departure of any bureaucratic decision making. Below are stepdefforts to be performed in order to apply Taoism correctly and precisely. (I) A vitalization on values of goodness into fomial education, through humanity and good manner education. (2) An enforcement of law supremacy, which is performed simultaneously, in line with appreciating on
Kata Kunci : Filsafat Taoisme,Etika,Masyarakat Madani