Laporkan Masalah

PENGARUH PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JERUK DAN PERKEMBANGAN PENYAKIT HUANGLONGBING

FAISHAL FARIS, Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc.

2014 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) atau sering dikenal dengan huanglongbing (HLB) merupakan salah satu penyakit yang berbahaya pada tanaman jeruk. Penyakit ini disebabkan oleh Candidatus Liberibacter asiaticus yang dapat ditularkan oleh serangga vektor Diaphorina citri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati terhadap perkembangan tanaman dan penyakit HLB pada tanaman jeruk siem. Pengujian dilakukan di lapangan dan di laboratorium. Parameter pengujian di lapangan adalah tinggi tanaman, lebar kanopi dan intensitas penyakit. Pengujian di lapangan dilakukan dengan 6 blok yaitu (1) tanpa pupuk dan tanpa inokulasi, (2) tanpa pupuk dan dengan inokulasi, (3) pupuk A dan tanpa inokulasi, (4) pupuk A dan dengan inokulasi, (5) pupuk B dan tanpa inokulasi, (6) pupuk B dan dengan inokulasi, setiap blok terdiri dari 10 ulangan tanaman jeruk. Pengujian di lapangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada pengujian di laboratorium, parameter yang digunakan adalah deteksi molekuler dengan PCR menggunakan primer spesifik dengan target adalah Ca. L. asiaticus yang merupakan penyebab penyakit CVPD dengan berat molekul ± 500bp. Pada pengujian dilapangan, pupuk A dan pupuk B memberikan pengaruh pertumbuhan tanaman yang baik jika terjadi serangan HLB. Akan tetapi pupuk B dan tanpa inokulasi dapat menekan penyakit paling baik dengan nilai AUDPC sebesar 40,5. Pada pengujian di laboratorium, jumlah tanaman terinferksi HLB berdasarkan hasil PCR tertinggi pada perlakuan tanpa pupuk dan dengan inokulasi sebesar 60%. Dari hasil pengujian, pupuk A dan B memiliki kemampuan yang baik sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman dan mampu menekan perkembangan penyakit HLB. Kata Kunci : Pupuk Hayati, Huanglongbing (HLB), AUDPC

Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) or commonly known as Huanglongbing (HLB) is one of the most dangerous diseases in citrus plants . The disease was caused by Candidatus Liberibacter asiaticus which can be transmitted by the insect vector Diaphorina citri . The aim of this study was to determine the effect of bio-fertilizers on plant growth and disease of huanglongbing on siem citrus. The tests was carried out in the field and in the laboratory. Parameter testing in the field was plant height, canopy width and intensity of the disease. Tests carried out in the field with 6 blocks, namely (1) without fertilizer and without inoculation, (2) without fertilizer and with inoculation, (3) with fertilizer A and without inoculation, (4) with fertilizer A and with inoculation, (5) with fertilizer B and without inoculation, (6) and with fertilizer B and with inoculation. Each block consisting of 10 replications of citrus plant. Testing in the field using a completely randomized design (CRD). In laboratory tests, the parameters used was molecular detection by PCR using specific primers with Ca. L. asiaticus is a target which is the cause of HLB illness molecular weight ± 500bp. In field testing, fertilizer A and fertilizer B give well growth response if HLB attack happens. However, fertilizer B and witout inoculation can suppress the disease either by AUDPC value of 40,5. In laboratory testing, the highest number of plant which infected by HLB based on the results of PCR on treatment without fertilizer and with inoculation of 60%. From the test results, fertilizer A and fertilizer B has a good ability that can support plant growth and able to suppress disease progression of HLB . Keyword : Biologycal fertilizers, Huanglongbing (HLB), AUDPC

Kata Kunci : Pupuk Hayati, Huanglongbing (HLB), AUDPC


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.