Laporkan Masalah

IMOBILISASI ASAM HUMAT PADA KITOSAN MENGGUNAKAN METODE PENGIKAT-SILANG TERPROTEKSI DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN Cd(II) DAN Zn(II)

DESKA INTANA RISKI, Prof. Dr. Sri Juari Santosa, M.Eng.

2014 | Skripsi | KIMIA

Telah dilakukan imobilisasi asam humat (AH) pada kitosan dengan metode pengikatan-silang terproteksi serta aplikasinya sebagai adsorben Cd(II) dan Zn(II). Dalam penelitian ini dilakukan isolasi AH dari tanah gambut yang berasal dari Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah kemudian diproteksi dengan ion Cd(II) dan dilakukan pengikatan-silang dengan kitosan menggunakan agen pengikat-silang glutaraldehida. Selanjutnya, ion Cd(II) dilepas menggunakan EDTA. Produk adsorben yang dihasilkan dari imobilisasi AH pada kitosan dikarakterisasi dengan menggunakan spektrofotometer FTIR dan digunakan untuk adsorpsi ion Cd(II) dengan mengkaji pengaruh keasaman pada adsorpsi, laju konstanta adsorpsi, identifikasi gugus-gugus fungsional yang berperan penting dalam adsorpsi, dan pengaruh adanya logam lain yaitu ion Zn(II). AH hasil isolasi memiliki kadar abu sebesar 0,86%. Derajat deasetilasi kitosan ditentukan dengan dua metode yaitu metode base line a sebesar 76,37% dan base line b sebesar 83,57%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi optimum adsorben terjadi pada pH 6. Adsorpsi ion Cd(II) oleh adsorben mengikuti model kinetika pseudo orde dua Ho dengan konstanta laju adsorpsi sebesar 3,5879x10-1 g/mg menit. Gugus-gugus fungsional yang berperan penting dalam proses adsorpsi yaitu gugus –COOH dan –OH. Setelah mempelajari proses adsorpsi dengan adanya logam lain mengindikasikan bahwa adsorben yang diperoleh tidak membentuk template dan adsorpsi mengikuti aturan HSAB dengan ion Zn(II) lebih dominan teradsorpsi oleh adsorben daripada ion Cd(II). Kata kunci: imobilisasi, ikat-silang, asam humat, kitosan, adsorpsi

Immobilization of humic acid (HA) on chitosan using protected crosslinking method and its application as adsorbent of Cd(II) and Zn(II) have been done. This research was done by isolating HA from peat moss soil from Rawa Pening, Ambarawa, Central Java, protected with Cd(II) ion and cross-linking with chitosan using glutaraldehyde as a cross-linking agent. Then, Cd(II) ion is removed using EDTA. Adsorbent product resulted from humic acid immobilization on chitosan was characterized using FTIR spectrophotometer and used to adsorb Cd(II) ion by analyzing effect of acidity on adsorption, rate constant of adsorption, identification of functional group playing its important role in adsorption, and effect of another metal, Zn(II). Isolated HA has ash level of 0.86%. Chitosan deacetylation level was determined with base line a method of 76.37% and base line b of 83.57%. The results showed that optimum adsorption occurs in pH 6. The adsorption of Cd(II) ion by the adsorbent follows Ho’s pseudo second-order kinetic model with adsorption rate constant of 3.5879x10-1 g/mg min. Functional groups playing its important role in adsorption process are –COOH and –OH. Adsorption study at the presence of other metal indicates that the resulted adsorbent did not form template and adsorption follows HSAB rule with Zn(II) ion is predominantly adsorbed by the adsorbent rather than Cd(II) ion. Keywords: immobilization, cross-linking, humic acid, chitosan, adsorption

Kata Kunci : imobilisasi, ikat-silang, asam humat, kitosan, adsorpsi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.