Laporkan Masalah

Studi Mikrotremor untuk Zonasi Bahaya Gempabumi Daerah Surakarta Provinsi Jawa Tengah

MUHAMMAD ADITIA DWI IRFANI, Ir. Djoko Wintolo D.E.A

2014 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

Gempabumi merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Pulau Jawa, khususnya Provinsi Jawa Tengah termasuk daerah Surakarta merupakan daerah yang rawan terjadi gempabumi. Gempabumi sebagai salah satu sumber bencana alam yang dapat dijelaskan mengenai sumber dan mekanismenya, tetapi sejauh ini belum dapat diprediksi mengenai kapan, dimana dan seberapa besar bencana tersebut terjadi secara pasti. Perlunya mengetahui karakteristik lahan dalam merespon gelombang gempabumi agar dapat memperkirakan seberapa besar tingkat kerentanan yang ada di Surakarta. Mengingat Gempabumi Yogyakarta tahun 2006 terdapat kemiripan jenis litologi atau sedimen penyusun di daerah Klaten (daerah yang terkena dampak kerusakan cukup parah) dengan daerah Surakarta dimana sebagian besar daerahnya tersusun oleh endapan kuarter sehingga perlu juga diketahui seberapa besar tingkat kerentanan terhadap bahaya gempabumi di Surakarta. Faktor lainnya bahwa daerah Surakarta memiliki tingkat kepadatan penduduk yang paling tinggi di Provinsi Jawa Tengah. Alat yang digunakan dalam pengukur gelombang mikrotremor yaitu Seismometer 1,0 Hz 3 komponen (L4-3C) dimana mekanisme pengukurannya memanfaatkan derau atau gelombang alamiah sebagai sumber getaran sehingga tidak perlu menunggu kejadian gempa untuk memperoleh data. Metode HVSR, atau yang lebih sering disebut dengan metode Nakamura, adalah sebuah teknik empiris untuk memperkirakan karakteristik resonansi lapisan sedimen di bawah permukaan. Metode ini menggunakan data pengukuran gelombang mikrotremor atau derau alamiah untuk mengetahui nilai amplifikasi dan frekuensi dominan dari suatu wilayah. Hasil analisa disajikan dalam bentuk grafik analisa HVSR. Pada penelitian ini pengukuran mikrotremor dilakukan pada 90 titik yang tersebar secara merata di lima kecamatan daerah Surakarta Provinsi Jawa Tengah dengan jarak antara lokasi pengukuran ± 1 km dan durasi waktu pengukuran setiap lokasi selama 10 menit. Berdasarkan data pengukuran mikrotremor dengan analisa HVSR tersebut maka dapat dibuat zonasi bahaya gempabumi berdasarkan beberapa parameter yaitu nilai amplifikasi, nilai frekuensi, periode dominan, ketebalan sedimen, indeks kerentanan seismik, jarak terhadap sesar aktif dan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) di daerah Surakarta. Berdasarkan hasil overlay ke lima jenis peta maka menghasilkan Peta Zonasi bahaya gempabumi daerah Surakarta Provinsi Jawa Tengah yang di bagi ke dalam 2 zona bahaya gempabumi yaitu Zona Tingkat Kerentanan Menengah, dan Zona Tingkat Kerentanan Tinggi.

Earthquake is one of the most frequent natural disasters in Indonesia. Java, especially Central Java province including Surakarta area is an area that is prone to earthquakes. Earthquakes as a source of natural disasters that can be explained on the sources and mechanisms, but so far have not predictable as to when, where and how big the disaster happened exactly. The need to know the characteristics of the land in response to a wave of earthquakes in order to estimate the extent of the vulnerabilities in Surakarta. Given the Yogyakarta earthquake in 2006 there were similarities types of lithology or sediment constituent in Klaten area ( the area affected by a severe impact ) with the Surakarta area where most of the region is composed of sediments that quarter should also know how much the level of vulnerability to earthquake hazards in Surakarta. Another factor that has Surakarta population density highest in Central Java Province. The tools used in measuring mikrotremor wave is 1.0 Hz seismometer 3 components ( L4 - 3C ) in which the measurement mechanism utilizes natural wave as a noise or vibration source so no need to wait for an earthquake to obtain the data. HVSR method , or more commonly called the Nakamura method , is an empirical technique to estimate the resonance characteristics of the sediment layers below the surface. This method uses the measurement data mikrotremor wave or natural noise amplification and to determine the value of the dominant frequency of the field. The results of the analysis are presented in graphical form HVSR analysis. In this study mikrotremor measurements performed at 90 points evenly distributed in five districts of Surakarta, Central Java Province with the distance between the location of the measurement ± 1 km and the measurement of the time duration of each location for 10 minutes. Based on the measurement data mikrotremor with HVSR analysis is then possible earthquake hazard zoning based on a number of parameters that is the amplification, the frequency, the dominant period, sediment thickness, seismic vulnerability index, distance to active faults and the Peak Ground Acceleration (PGA) in Surakarta area. Based on the overlay to the map then produces five types of earthquake hazard zonation map of the area in Surakarta, Central Java Province is divided into 2 zones of earthquake hazard that is Medium Vulnerability Zone and Higher Vulnerability Zone.

Kata Kunci : Gempabumi, Mikrotremor, Metode HVSR, Zonasi Bahaya Gempabumi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.