Laporkan Masalah

Pancasila sebagai pola dasar budaya Indonesia dalam analisis Erich Fromm

HABIB, Zainal, Prof.Dr. R. Soejadi, SH

2001 | Tesis | S2 Filsafat

Penelitian ini membahas tentang Pancasila sebagai pola dasar hudaya lndone sia dalam analisis Erich Fromm, yang bertujuan untuk ( 1) menemukan gagasan dasar dibalik representasi realitas sosialbudaya yang dikemukakan Fromm, (2) menemukan pola dasar tndaya Indonesia dalam falsafah Pancasila, (3) menemukan pelbagai kemungkinan penerapan analisis filosofis Fromm bagi permasalahan sosial lteniasy uakatan kontemporer-, khususnya bagi masyarakat Pancasila. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang mengkaji data-data yang bersumber dari buku-buku dan jurnal-jurnal sebagai tambahan. Langkah-langkah metodis penelitian ini berlangsung melalui tahap-tahap : inventarisasi, klarifikasi, identifikasi, dan klasifikasi datz -data kepustakaan, yang kemudian dianalisis melalui interpretasi da i evaluasi relleksi kritis. Untuk melengkapi penelitian ini, penulis juga menggunakan pendekatan historis, hermeneu tik dan heuristik. Setelah diadakan penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1). Kritik Fromm atas krisis yang terjadi dalam realitas sosial-budaya masyarakat berakat pada konsepsinya tentang 'kodrat' manusia dan karakter sosial. Realitas sosial budaya masyarakat menurut Fromm merupakan hasil adaptasi dinamis antara dorongan eksistensial mmusia dengan lingkungan yang telah memiliki struKtur karakter tertentu (karakter produktif dan non-produktifJ. Karskter produktif yang berakar pada orientasi dasar manusia to be (the mode of being), dan karakter non-produktif yang berakar pada orientasi dasar manusia to have (the mode of having). Untuk dapat lepas dari krisis yang sedang tejadi dalam masyarakat dewasa ini, Frcmm mengikuti perrlikiran Empat Kebenaran Mulia Buddhisme, prinsip perubahan Marx, dan metode penyembuhan Freud, disamping harapannya pada spiritualisme. (2) Pola dasar budaya Indonesia yang terkandung dalam falsafah Pancasila merupakan hasil idealisasi nilainilai luhur bangsa Indonesia masa lalu yang meliputi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. (3). Analisis filosofis Fromm sangat membantu dalam mencermati secara filosofis terjadinya krisis dalam realitas sosial-budaya Indonesia yang telah memiliki nilai-nilai luhur dalam falsafah Pancasila sebagai pola dasar Indonesia, serta bagi upaya mewujudkan nilai-nilai luhur tersebut di bumi nusantara ini.

This research discussed about Pancasila as basic patterns of Indonesian culture based on Fromm’s analysis which is aimed tc find out (1) the basic thoughts in socio-cultural realities representation that revealed by Fromm, (2) basic patterns of Indonesian culture in Pancasila philosophy, (3) various possibilities of Fromm’s philosophical thoughts application for contemporary social problems, especially in Pancasila society. This research is a library research that examines the data derived from ttic books and the journals as the additional sources. The methodological procedure of this study goes step by step as follows : inventoring, clarifying, identifying, and classifiying the data, and then analize them by using an interpretation and evaluation of criticalreflective consideration. To complete the research, the writer also uses the historical, liermeneutical, and heuristical approaches. After the research was undertaken, it was concluded that ; (1). Fromm’s critique on crisis that happened in socio-cultural realities was rooted in his concept of human ’nature’ and social character. Socio-cultural realities of society, according to Fromm, were dynamic adaptation result between human needs and their environment whose specific character structure (productive character and non-prodiictive character). Protluctive character was rooted in to be (the mode of bzing) basic orientation of human being, and non-productive character was rooted in to hzve (the mode of having) basic orientation of human being. In order to escape from the crisis,°Fromrn followed the thought of Four Noble Truths of Buddhism, change principles from Marx, and healing method from Freud. In additional to those thought, Fromm also had hope on spiritualism. (2). Basic patterns of Indonesian culture in Pancasila philosophy were the result of idealization of supreme values of the Indonesian’s ancestors including Divinity, humanity, unity, democracy, and social justice values. (3). Philosophical analysis of Fromm will be helpful to pay more attention to the crisis in Indonesia soc1.o-cultural realities that had supreme values in Pancasila as basic patterns of Indonesian culture, as well as efforts to realize those supreme values in Indonesia.

Kata Kunci : Filsafat Pancasila,Analisis Erich Fromm


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.