Laporkan Masalah

KETANGGUHAN REGANGAN BIDANG K1C DAN KARAKTERISTIK PERAMBATAN RETAK FATIK R = 0,3 LOGAM LAS HAZ DAN FUSION LINE PADA MATERIAL BAJA KARBON 0,26% C

DIDIT GENCAR LAKSANA, Dr.Priyo Tri Iswanto, ST., M.Eng

2014 | Skripsi | TEKNIK MESIN

Hasil produksi minyak bumi yang maksimal didapatkan dengan ditunjangnya kehandalan alat-alat produksinya, salah satu alat produksi minyak bumi adalah pipa. Industri minyak bumi membutuhkan suatu sistem perpipaan yang menyalurkan minyak bumi, pipa minyak bumi digunakan untuk mendistribusikan minyak ke seluruh daerah tempat penyimpanan maupun tempat pengolahan minyak bumi. Masa modern seperti sekarang ini terdapat jenis material yang beragam dan terdapat dipasaran dengan spesifikasi dan kehandalannya masing-masing, akan tetapi terjadinya kegagalan struktur pada pengaplikasian dari material-material tersebut tidak dapat dihindari dan ini menjadi masalah yang menarik untuk dikaji lebih dalam seperti kegagalan yang terjadi pada suatu alat berupa pipa yang dibuat dari baja karbon 0,26% C dimana pipa tersebut mengalami kegagalan berupa kebocoran pada bagian fusion line. Tujuan dilakukan pengujian ini adalah untuk mengetahui penyebab retaknya pipa pada bagian fusion line serta menjadikan data dari keluaran pengujian ini untuk menjadi salah satu referensi pemilihan bahan yang tepat dalam pembuatan pipa minyak.Pengujian yang dilakukan ada 2 macam, yaitu uji ketangguhan regangan bidang dan uji impak.Bagian material terdapat 3 bagian bahan yang diuji, yaitu fusion line, HAZ dan las. Hasil uji komposisi yang diperoleh yaitu material ini merupakan baja karbon A420. Nilai KIC terbesar dimiliki pada bagian las yaitu sebesar 192.80 Mpa√ pada pengujian impak dan 108.52 Mpa√ pada pengujian ketangguhan regangan bidang. Nilai terkecil pada pengujian impak adalah pada bagian HAZ yaitu sebesar 156.12 Mpa√ dan pada pengujian ketangguhan retak adalah pada bagian fusion line yaitu sebesar 99.56 Mpa√ .

The most efficient and effective product can be gained by using good tools. One of the tool to produce petroleum is pipe. Petroleum industries need a piping system to transfer petroleum; the petroleum’s pipe is being used to distribute oils to every storage places and petroleum’s processing places. In this age, there is a lot of materials with their own specification and characteristics, but failure in structures are still often found in this materials application, this is what makes it so interesting to be investigated more deeply. A failure was occur in a material which is made from 0.26% carbon steel. The failure was occur as a leak on fusion line. The goal of this experiment is to investigate the cause of the crack on the fusion line and make the output data as the base to choose the most suitable material for oil’s pipe. There were 2 types of testing; it was plane’s strain toughness test and impact test. There are 3 parts of the material that was being tested; it was the fusion line, HAZ, and the welding part. The result for the composition testing showed that this material is a carbon steel A420 and the maximum KIC was occur on the welding part with 192,80 Mpa√ as the impact value and 108,52 Mpa√ as the plane’s strain toughness value. The minimum value for the impact test was on the HAZ with 156,12 Mpa√ and the minimum value for the plane’s strain toughness value was on the fusion line with 99.56 Mpa√ .

Kata Kunci : Heat Affected Zone (HAZ), fusion line


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.