Konflik dan integrasi sosial antara komunitas Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) di Wates Kulonprogo Yogyakarta
GHOFAR, Abd, Drs. Sutaryo MSc
2001 | Tesis | S2 SosiologiTesis ini disusun berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di Wates, yang berusaha untuk menggambarkan dan menganalisis tentang konflik dan integrasi sosial antara komunitas Muhammadiyah dan NU. Pertanyaan pokok yang ingin diketahui dan dibahas ialah berkisar pada persoalan apa saja konflik dapat terjadi antara komunitas Muhammacllyah dan NU, kemudian dalam faktor apa saja yang mendorong terjadinya konflik dan integrasi antara dua komunitas tersebut, serta usaha-usaha apa saja yang pemah dilakukan untuk mengmtegrasikan mereka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pcndekatan penelitian kualitatif. Ia berlangsung dalam latar yang wajar/alamiah, prosesnya berbentuk siklus, peneliti merupakan instnunen utitzlanya dan analisa datanya dilakukan secara induktif kualitatif Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara menddam. Kcsimpulan yang diperoleh dari hasil pelieiitian ini adalah bahwa antara komunitas Muhaminadiyah dan NU terjadi konflik. Tipe konfliknya adalah konflik dalam gagasan dan cita-cita, yaitu masing-mnasing komunitas tertantang untuk memperoleh dominansi dalam pandangan dunia mereka. Konflik antara komunitac Muhammadiyah dan NU berkisar kepada: (1) Berebut jatah kursi DPRD tingkat I1 Kabupaten Kulonprogo dari perolehan kursi PPP pada pemilu tahun 1982 dan Pemilu tahun 1987, (2) Masing-masing komunitas ingin lebih berperan di masjid Agung Wates, (3) Penentuan Hari Raya Idul Fitri / 1 Syawal 1414 W1994 M., (4) Perebutan pengaruh atas Masjid Nurul Iman Dubangsan, (5) Pelaksanaan sholat Hari Raya Idul Fitri / 1 Syawal 142 1 H dan Iiari Xaya Idul Adha 132 1 H.. P-dapun faktor-faktcr yanz mendorong konflik sosial antara komunitss Muhammadiyah dan NU adalah: (1) Lemahnya pemahaman terhadap faham lain, (2) Latar belakang berdirinya, (3) Pemikiran, (4) Kecemburuan, (5) In group dan out group feeling, (6) Kultus individu. Sementara itu usaha-usaha untuk mengmtegrasikan mereka dilakukan melalui: (1) Forum Komunikasi Umat Islam (FKUI), (2) Aktivitas Corp Dakwah Pedesaan (CDP), dan (3) Safari tarwih bersama. Sedang faktor-faktor yang mendorong integrasi adalah: ( 1) Pemimpin yang mengembangkan budaya colectivist culture, (2) Kesatuan budaya tradisional, (3) Ketergantwgan, (4) Hari besar Nasionalhari besar Islam, (5) Golopgan campuran
The thesis is based on the research done in Wates, the attempts of this study is intended to describe and to analyze the conflict and integration between Muhammadiyah and NU community. The primary objectives of this paper is to answer the questions: why the conflict can be happened between Muhammadiyah and NU community, then what factors that encourage them to the conflict and the integration between the two community and what attepts have been done to integrate them. The research is done by using qualitative research approach. It lasts in a natural level, its process is in cycle, the researcher is the main instrument, and the data analysis is done with a qualitatve inductive manner The data collection technique u~eosb servation and deep interview. The conclusion of the research is that there are conflicts between Muhammadiyah and NU community. The type of the conflicts are C Tt~h e opinion and idea conflicts, namely each of tne community is chalenged to get domination in their world of view The conflict between Muhammadiyah and NU community are about: (1) Fighting for position in DPRD Kulonprogo from what has been obtained by PPP party on general election in 1982 and 1987, (2) Each of the community want to participate more in the mosque of Agung Wates, (3) The appointment of Idul FiWthe first of Syawal 1414 H, (4) Fighting for influence in the mosque of Nurul Iman Dubangsan, (5) The accomplishment of praying Idul Fitri and Idul Adha 1421 H. As regards the factors encouraging sosial conflict between Muhammadiyah and Nu commmity are : (1) Weak understanding allother idiology, (2) The background of birth history, ( 3 ) The thought, (4) The jea!msv, ( 5 ) In group and out group feeling, (6) Individual cultus. Meanwhile the attempts to integrate them is done with : (1) Moslem community forum, (2) Corp of preaching in a rural district and (3) Tour of Praying Tanveh together. Whereas factors encouraging integration are (1) The leader, (2) The trahtional cultur unit, (3) The interdependency, (4) National or Islamic day and (5) The mixed group.
Kata Kunci : Konflik Antar Kelompok,Muhammadiyah dan NU