RESORT HOTEL DI MAGELANG DENGAN PENEKANAN TACTILE ARCHITECTURE
MUHAMMAD FADLIL ANUGRAH, Ir. Dwita Hadi Rahmi, MA, Ph.D.
2014 | Skripsi | ARSITEKTURDewasa ini perkembangan pariwisata Indonesia cukup melonjak ketika tingkat ekonomi beranjak naik di kawasan Asia.Di negara-negara maju seperti Eropa atau Amerika, travelling sudah menjadi bagian kehidupan mereka sejak lama.Namun di kawasan Asia khususnya Indonesia, belanja travelling belakangan ini meningkat pesat.Turis-turis baru bermunculan, turis lama naik kelas, dan lahir junkies traveler yang berburu liburan, dan itu menjadi agenda yang wajib dilaksanakan beberapa kali dalam setahun. Dalam hal pariwisata, Magelang memiliki sejumlah tempat bersejarah dan alam yang khas sebagai objek pariwisata. Potensi alam yang masih “perawan†terdapat pada sejumlah tempat baik di daerah Sungai Progo maupun dataran tinggi pada Gunung Merapi menjadikan kekayaan alam Magelang semakin beragam. Perkembangan urban yang mengarah ke pusat kota dan Yogja membuat daerah ini tetap terjaga keaslian alamnya Dengan hal tersebut perkembangan fasilitas akomodasi seperti hotel dan resort semakin merebak serta dengan persaingan yang ketat dan karakter kuat beragam yang dimunculkan. Masing-masing tempat tidak mau kalah untuk menunjukkan karakter yang dimiliki untuk menarik pengunjung serta menunjukkan perbedaan dengan tempat lainnya. Tactile diharapkan dapat membawa tema karakter yang berbeda untuk resort ini, dimana kekayaan pengalaman ruang serta proses perjalanan yang dialami selama berada di dalam resort ini dapat memberikan pengunjung hasil yang maksimal dalam proses rejuvenasi jiwa dan raga
Indonesian tourism development has increasing rapidly nowadays. In developed countries, such as Europe or United States of America, traveling has become a part of their lives. But recently in Asia, Indonesia particularly, traveling has just increasing rapidly. Traveling becomes an agenda that must be carried out several times a year by newly emerging tourists or even traveler junkies. Magelang has a number of historic sites and unique nature as tourism objects. There are numbers of natural objects that still untouch by people places in the Progo River area and Mount Merapi making increasingly diverse natural resources. Urban development that leading to the center of the city and Yogyakarta make this region maintain its natural authenticity. Because of that, the development of accommodation facility such as hotels and resorts has rapidly evolving with their own strong characters. Each of these resorts and hotels compete to show their unique character to attract visitors and to show them the differences with other facilities. Tactile as the concept is expected to bring the unique character for the resort so the visitors can feel the space experience with maximum results as the process of rejuvenation of body and soul
Kata Kunci : -