UJI AKTIVITAS EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica Val) TERHADAP LUKA INSISI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR
MARZAIN YUNA, Dr.rer.nat. Yosi Bayu Murti, M.Si, Apt.
2014 | Skripsi | FARMASIIndonesia kaya akan ragam hayati sangat banyak tanaman yang dapat diolah sebagai obat. Penggunaan sumber daya alam hayati sebagai bahan obat termasuk bagian dari bidang lingkup pengobatan alternatif dan komplementer yaitu pengobatan tradisional. Oleh karena itu dengan penelitian ini akan mempelajari tentang mekanisme penyembuhan luka dari rimpang kunyit (Curcuma domestica Val). Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 75 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dan masing-masing kelompok terdapat 15 ekor tikus yang dibagi lagi menjadi 5 subkelompok waktu pengambilan sampel dan masing-masing terdiri dari 3 ekor tikus. Pada kelompok 1 sebagai kontrol pelarut (Na-CMC 0,5%), kelompok 2 sebagai kontrol Madecassol® dan 3 kelompok lainnya sebagai 3 variasi dosis ekstrak rimpang kunyit (50, 100, dan 200 μg/200 gBB). Sediaan yang diberikan 1 kali 1 hari selama 4 hari secara peroral. Pengambilan jaringan tikus dilakukan pada jam ke- 12, 24, 48, 72, dan 96, sedangkan pengukuran lebar luka dilakukan setiap hari. Hasil dari pengukuran lebar luka, kemudian dihitung persentasi penutupan luka. Pengambilan jaringan bertujuan untuk mengamati sel radang, fibroblast, hemoragi, dan nekrosis yang kemudian dianalisis dengan Nested ANOVA. Dari hasil penelitian semua variasi dosis ekstrak rimpang kunyit memiliki efek penyembuhan luka yang baik dibandingkan kontrol pelarut. Dosis 200 μg/200 gBB dapat mengurangi reaksi inflamasi, pada dosis 100 μg/200 gBB dapat menurunkan jumlah hemoragi, sedangkan dosis 50μg/200 gBB memberikan hasil penutupan luka tercepat, meningkatkan jumlah fibroblast, dan mampu menurunkan jumlah sel nekrosis.
Indonesia is rich in variety of biodiversity very numerous plants that can be processed as a medicine.The use of organic natural recources as an ingredient of a drug including part of the field of scope an alternative treatment and complementary namely traditional medicine.Hence with this research will learn about the mechanisms of healing of sores from a rhizome turmeric ( curcuma domestica val ). Matter used in this research is 75 tail of a mouse wistar that is divided into 5 group and each group of treatment there are 15 tail of a mouse who are subdivided into 5 a subgroup of time, collection of samples and each consisting of 3 tail of a mouse.To a group of -1 as control a solvent ( na-cmc 0.5 % ), a group of 2 as control madecassol ® and three other groups as 3 variation a dose of an extract rhizomes turmeric ( 50, 100, and 200 g / 200 gbb ).Preparation given 1 time in four days in 1 day peroral.Adoption of a network of mice 12th, conducted on the clock 24, 48, 72, and 96 on meanwhile, measurement of the width of a wound done every day.The result of the measurement of the width of a wound, then calculated percentage closure of a wound.The network aims to observe the cells rankling in, fibroblast, hemoragi, and necrosis which are then analyzed by nested anova. From the research all variation doses extract rhizome of the turmeric having the effect of healing wound good than control diluent.Doses 200 μg / 200 gbb can reduce an inflammatory reaction, in doses 100 μg / 200 gbb can reduce the number hemoragi, while doses 50 μ g / 200 gbb give a closure wound the fastest, increase the number of fibroblast, and capable of lowering number of cells necrosis.
Kata Kunci : penyembuhan luka insisi, kunyit, Curcuma domestica Val, kurkumin.