GAMBARAN KEPUASAN PASIEN JAMPERSAL TERHADAP KUALITAS PELAYANAN OBAT DAN PERSEPSI AKAN PERLUNYA APOTEKER DI BANGSAL KEBIDANAN RSUD TIDAR MAGELANG
AFINA MUHARRIDHOTUSSILMI, M. Rifqi Rokhman, M.Sc., Apt
2014 | Skripsi | FARMASIDalam rangka menyongsong Millenium Development Goals (MDGs) dan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), kebijakan jampersal dilakukan untuk menghilangkan hambatan finansial persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kepuasan pasien jampersal terhadap kualitas pelayanan obat serta persepsi perlunya apoteker di bangsal kebidanan RSUD Tidar Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental, menggunakan alat ukur berupa kuesioner pada 100 responden. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2013 di bangsal Kebidanan RSUD Tidar Magelang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan purposive sampling. Metode yang digunakan untuk mengukur kepuasan pasien adalah metode servqual. Analisis data gambaran tingkat kepuasan diukur menggunakan uji gap dan analisis importance and performance guna melihat dimensi yang memiliki prioritas untuk diperbaiki. Persepsi pasien mengenai kebutuhan informasi obat dan perlunya apoteker di bangsal dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pasien belum cukup puas sebab nilai gap harapan dan kinerja menunjukkan nilai negatif. Tingkat kepuasan tertinggi hingga terendah berturut-turut berdasarkan nilai gap adalah dimensi berwujud (-0,48), empati (-0,55), ketanggapan (-0,64), kehandalan (-0,67), dan dimensi jaminan (- 0,69). Analisis importance and performance menunjukkan kualitas pelayanan cukup baik sebab tidak ada dimensi yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki (kuadran A). Dimensi ketanggapan dan jaminan di kuadran B (pertahankan prestasi), dimensi kehandalan dan empati di kuadran C (prioritas rendah), serta dimensi berwujud di kuadran D (berlebihan). Persepsi pasien jampersal yang membutuhkan informasi mengenai obat masih rendah yaitu hanya sebesar 18%, dan persepsi pasien yang memerlukan kunjungan apoteker di bangsal sebesar 42%.
In order to achieve Millennium Development Goals (MDGs) and National Social Security System (SJSN), policy delivery insurance (jampersal) done to eliminate financial barriers to delivery. This research aims to measure patients' satisfaction on the service quality of drugs in jampersal and perception of need for pharmacists in obstetrics ward of General Hospital of Tidar, Magelang. This research is a non-experimental study, using a measuring instrument in the form of a questionnaire on 100 respondents. Research conducted in November to December 2013 at General Hospital of Tidar, Magelang. Sampling is done by using the method of purposive sampling with non-probability sampling. The method used to measure patient satisfaction is a servqual method. Data analysis on the overview of satisfaction level was measured by using the gap test and importance and performance analysis in order to see the dimensions that has priorities to be fixed. Patients’ perception about the needs for drug information and the needs of pharmacist in ward were analyzed using descriptive statistics analysis. The results showed that patients hasn't quite satisfied because the gap between expectations and perception value showed a negative value. The highest to the lowest level of satisfaction in a row based on the value of the gap is tangible dimension (-0,48), empathy (-0,55), responsiveness (-0,64), reliability (-0,67), and assurance (0,69). Importance and performance analysis showed that service quality is good enough because there is no dimension in the top priority to be fixed (quadrant A). Responsiveness and assurance dimension has showed in quadrant B (keep achievement), reliability and empathy dimension in quadrant C (low priority), and intangible dimension in quadrant D (redundant). The perception of jampersal patients who need information about drugs is still low, at only 18%, and the perception of patients who require pharmacist visit in the ward of 42%.
Kata Kunci : jampersal, kualitas pelayanan, kepuasan pasien, apoteker