MODEL EVALUASI LAHAN MENGGUNAKAN ENTROPY-MODIFIED ANALYTIC HIERARCHY PROCESS UNTUK OPTIMASI ALOKASI TANAMAN
Tri Kuntoro Priyambodo, Drs.,M.Sc., Prof. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., Ph.D.
2014 | Disertasi | S3 Ilmu FisikaKetidak-mampuan untuk menentukan jenis tanaman sesuai dengan potensi dan daya dukung lahan, mengakibatkan produktivitas rendah. Ke lemahan lainnya adalah karena evaluasi lahan hanya dilakukan sepotong sepotong maka pada saat memaksimalkan kemampuan pada petak tersebut dapat berakibat buruk bagi kawasan di daerah yang ada didekatnya. Data yang tersebar kepemilikannya menjadikan semakin sulit untuk melakukan evaluasi kawasan yang lebih luas seperti daerah aliran sungai. Oleh karena itu diperlukan adanya sarana dan perangkat yang tepat untuk dapat digunakan melakukan analisis, mengevaluasi potensi lahan, me rencanakan jenis tanaman dan mengawasi (monitoring) keadaan iklim secara terus menerus, dalam sebuah kawasan yang luas secara terpadu. Dengan kata lain diperlukan adanya suatu sistem pendukung keputusan, yang dapat membantu peningkatan produktivitas lahan. Dalam penelitian disertasi ini diusulkan sebuah model optimasi evalu asi lahan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis kesesuaian lahan dengan kriteria jamak, dan perencanaan pemanfaatan lahan kearah optimal. Model yang diusulkan dengan memasukkan prinsip entropi dalam ranah thermodinamika untuk modifikasi AHP. Model tersebut diimplementasikan sebagai aplikasi berbasis web yang memadukan MCDA dengan GIS dalam tautan yang longgar. Pengujian terhadap model telah dilakukan di DAS Bogo wonto. Dari pengujian tersebut diperoleh hasil bahwa implementasi model telah berfungsi dengan baik sesuai kerangka pikir, yaitu memberikan peta alokasi tanaman yang optimum. Hasil pengujian terhadap model membuktik an bahwa penggunaan Entropy-Modified AHP dapat memberikan peta alokasi komoditas pertanian yang lebih baik.
The lack of the ability to decide the proper plant in the land-use planning makes Indonesia has no agriculture product priority to be exported. Another disadvantage in using manual land evaluation is the limitation of land area to be evaluated. It still left a problem to evaluate a wide area such as watershed. For that reasons, it needs a framework of integrated land-evaluation, multi criteria decision analysis, and land-use planning optimization which is user-friendly and ease all the stake holders to make a decision anytime from anywhere. The proposed model is based on thermodynamics theory especially entropy equilibrium in order to modify AHP which used in Multi-Criteria Decision Analysis. This dissertation proposed a model of land use optimization model in order to facilitates farmer, land-owner, government, planner, or other stake holders to make the best decision. The model is implemented as a web-based loosely coupled MCDA-GIS called Jala Peta Maya. Testing of the model has been conducted in Bogowonto watershed. It is obtained that the implemen tation of the model works well within the framework of thought. The result proves that the entropy-modified model gives a better crops allocation map.
Kata Kunci : Model Optimasi, Entropi, Jala Peta Maya, Evaluasi Lahan, DAS Bogowonto